Warga Desa Numbing Bintan Terpaksa Iuran Rp 9 Juta untuk Listrik

Warga Desa Numbing Bintan Terpaksa Iuran Rp 9 Juta untuk Listrik

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Bintan - Warga Kampung Toyak dan Kampung Baru di Desa Numbing mengumpulkan uang secara swadaya sebesar Rp 9 juta. Dana itu akan disumbangkan untuk perbaikan mesin pembangkit listrik yang telah rusak selama sebulan.

"Warga di dua kampung sudah sumbang uang untuk perbaikan mesin pembangkit. Semoga dengan sumbangan itu desa ini bisa terang benderang lagi di malam hari," ujar Asan, salah satu warga Desa Numbing, Selasa (27/2/2018).

Mesin pembangkit listrik di desa ini telah rusak sejak 26 Januari 2018 lalu sampai sekarang. Tak satupun pihak terkait yang turun tangan untuk memperbaikinya. Sehingga 723 kepala keluarga (kk) terpaksa menggunakan lampu berbahan minyak tanah (lampu teplok) untuk menerangi rumahnya di malam hari.

"Jika uang itu tak cukup untuk perbaikan mesin. Kami minta pemerintah menambahkannya," jelasnya.

Camat Bintan Pesisir, Zulkhairi mengaku rusaknya mesin pembangkit listrik di Desa Numbing sudah disampaikannya ke Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri. Namun sampai detik ini belum ada jawabannya.

"ESDM Kepri belum menanggapi keluhan masyarakat. Mungkin saja lagi banyak keluhan juga dari daerah lain," katanya.

Pihak RT dan RW sudah mengumpulkan seluruh warga mencari solusi dalam mengatasi permasalahan ini. Hasilnya telah terkumpulkan dana secara swadaya sekitar Rp 9 juta.

Besaran dana yang terkumpul itu tak tercukupi untuk perbaikan. Sebab biaya yang dibutuhkan berkisar Rp 21-29 juta.

"Terpaksa warga harus bergelap-gelapan sampai mesin itu diperbaiki. Tapi ada yang mensiasatinya dengan menggunakan lampu teplok," ucapnya. 

(ary)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :