https://www.batamnews.co.id

Natuna Kehilangan Salah Seorang Sastrawan Terbaik

Syamsu Hilal

BATAMNEWS.CO.ID, Natuna - Kabupaten Natuna kehilangan salah seorang sastrawan terbaiknya, Drs. H. Syamsu Hilal. 

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Natuna ini tutup usia pada umur 59 tahun, Rabu (13/9/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.  

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Pramuka yang beralamat di samping Kejaksaan Negeri Natuna persisnya di depan SMA 1 Bunguran Timur.

Nama Syamsu Hilal yang berarti Matahari dan Bulan Sabit dalam bahasa arab ini lahir di Midai pada 27 September 1958. 

Ia pernah menjabat sebagai guru hingga Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Ranai.

Suami dari Sri Indrawati yang menikah pada 1981 ini dikaruniai dua putra Conny Indrasyah dan Febry Indrasyah. 

Selain sebagai tenaga pendidik, Syamsu Hilal juga menjalani profesi dalam bidang pemerintahan sebagai PNS di Kantor BPM dan BPKMD Kabupaten Natuna sebelum akhirnya menjabat Kadisparbud. 

Selama lebih kurang enam tahun juga Syamsu Hilal dipercaya untuk membangun dan mengembangkan pariwisata Kabupaten Natuna hingga pengujung tahun 2016 lalu sebelum non aktif.

Sebagai sastrawan, beberapa karya sastra yang muncul dari buah pikirannya yakni "Nakhoda Saman La'in" dan Hikayat Dewa Mendu" yang sempat beredar di sekolah-sekolah di Kabupaten Natuna.

Kontribusi Syamsu Hilal di bidang pendidikan terlihat cukup positif dalam bidang kesusasteraan melayu di masa kini.

Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi para kerabat dan sahabat hingga masyarakat di Ranai pada umumnya yang mengenal beliau. Banyak kenangan yang sulit terlupakan.

Salah seorang penggiat organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Natuna, Raja Ria mengaku kehilangan sosok guru teladan.

"Beliau kepala sekolah yang sangat membaur dengan semua muridnya. Seorang guru dan ayah buat kami bagi siswa dan siswi waktu sekolah dulu," ujar Ria, alumni SMA 1 Bunguran Timur ini.

Ria mengatakan, kenangan tentang almarhum tidak akan pernah terlupakan dan memberikan kesan bagi para murid.

"Beliau selalu mendorong kami muridnya untuk selalu giat belajar. Dan mengajarkan muridnya untuk selalu hormat pada orangtua dan guru. Sosok seorang ayah yang bijaksana bagi kami di sekolah dulu," kenang Ria.

Selamat jalan Pak Syamsu Hilal...

(fox)