Korban Tewas Kapal Terbakar Masih di RS Bhayangkara Polda Kepri

Korban Tewas Kapal Terbakar Masih di RS Bhayangkara Polda Kepri

Rumah duka Faisal koto, korban kapal terbakar di PT ASL Tanjunguncang. (foto: ret/batamnews)

Indrawan

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Korban meninggal dunia akibat kebakaran kapal Gamkonora yang sedang docking di PT ASL Shipyard masih belum kembali ke rumah duka. 

Korban masih akan diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri dan dokter yang akan melakukan otopsi masih belum ada. 

Berdasarkan pantauan dari dari salah satu kediaman korban, Faisal Koto di kawasan Tanjunguncang, tampak tenda dan kursi untuk pelayat sudah disiapkan. 

"Kami masih menunggu jenazah Faisal, belum bisa diotopsi karena tidak ada dokter, kata pihak rumah sakit masih menunggu dokter dari Surabaya," ujar Farid, kerabat korban di rumah duka. 

Ia mengatakan orang tua Faisal sudah dari kemarin menunggu jenazah di rumah sakit. 

Kebakaran yang terjadi di kawasan PT ASL Shipyard menyebabkan 5 orang tewas dan satu orang luka-luka. Peristiwa kebakaran terjadi di dalam pump room kapal tanker Gamkonora Pertamina yang sedang docking. 

Diketahui pihak subcon PT Sinar Cendana/Samchan Enginering mendapatkan job di kapal tersebut, selanjutnya pihak PT Sinar Cendana pun mengerjakan 6 orang karyawannya untuk melakukan pekerjaan pembukaan pulp air di pump room kapal Gamkonora.

Mereka adalah Nimrot Hutagalung, Onik Saputra, Faisal Koto, Rusli Tan, Malik Majida dan Liwante Hutagalung.

Pada saat kejadian, lima orang Nimrot Hutagalung, Onik Saputra, Faisal Koto, Rusli Tan, dan Malik Majida terjebak di ruang mesin dan tewas di tempat. Sementara Liwante berhasil menyelamatkan diri dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Embung Fatimah. 

Kapal tanker Gamkonora mulai melakukan docking di GT PT ASL Shipyard pada hari Rabu tanggal 6 September 2017 dan mulai dilakukan pekerjaan riper pada hari Kamis 7 September 2017. 

Pada saat kejadian pada Kamis (7/9/2017) sore, pekerja salah satu karyawan PT Sinar Cendana berhasil menyelamatkan diri. Kemudian untuk pekerja Nimrot Hutagalung berhasil dikeluarkan dari ruang mesin namun meninggal dunia ketika perjalanan ke RSUD Embung Fatimah. Selanjutnya pekerja yang lain terjebak di dalam ruang mesin.

Saat ingin dikonfirmasi ke PT Sinar Cendana, pihak perusahaan belum mau berkomentar. Salah satu pegawai mengatakan bahwa pihak perusahaan sedang berada diluar. 

"HRD dan managemen lagi keluar kesana, belum bisa berkomentar," ujar salh seorang pegawai PT Sinar Cendana di Komplek Pertokoan Barelang, Tanjunguncang. 
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :