Ucapan Ruki Bahwa KPK Kalah dalam Kasus BG Melukai Hati Rakyat

Plt Ketua KPK Taufiqurahman Ruki

BATAMNEWS.CO.ID - Pernyataan Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang mengaku sudah kalah dalam penyidikan kasus Komjen Pol Budi Gunawan dan menyerahkan perkaranya ke Kejaksaan Agung dianggap telah melukai hati rakyat.

Adalah putri almarhum Gusdur (Abdurrahman Wahid), Alissa Wahid menilai ada upaya pelemahan yang dilakukan penguasa terhadap KPK dengan menunjuk Ruki sebagai pimpinan KPK saat ini.

Koordinator Umum Gusdurian ini merasa kecewa dengan pernyataan Ruki yang menyatakan bahwa untuk kasus itu (penyidikan Budi Gunawan), KPK menerima kalah, tapi tidak berarti KPK menyerah.

Pernyataan itu, ungkap Alissa, tidak sejalan dengan semangat KPK memerangi korupsi, dan mengingkari pengorbanan para pegawai KPK yang rela mati demi pemberantasan korupsi.

"Sikap Ruki melukai para pejuang anti korupsi yang rela berkorban apa saja demi memberantas korupsi di negeri ini," ujar Alissa di Kantor Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum (FH) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (4/3/2015).

Sementara, Zainurrohman, peneliti Pukat FH UGM menilai, tidak melihat upaya pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam agenda besar pemberantasan korupsi. Rohman justru menanyakan agenda pemberantasan korupsi pada Plt pimpinan KPK.

"Dukungan masyarakat Indonesia menjadi sia-sia kalau KPK kalah. Kasus BG sudah menelan banyak korban, ada kriminilasi AS (Abraham Samad), BW (Bambang Widjojanto) yang dipaksa lengser dari Pimpinan KPK," ujarnya.

Untuk itu, tegas Rohman, masyarakat berhak menuntut Plt pimpinan KPK dalam upaya mereka memberantas korupsi. Dia khawatir tiga pimpinan KPK saat ini masuk angin dalam berjuang melawan korupsi.

"Jangan sampai tiga pimpinan yang baru, dimasukkan untuk menghancurkan KPK. Masyarakat berhak menanyakan agenda pemberantasan korupsi," imbuhnya.

 

[okezone.com]

SHARE US :