https://www.batamnews.co.id

Johan Budi Ketiduran, Ajudan Presiden 53 Kali Missed Call dan SMS

Johan Budi. (foto:rmol)

Jakarta - Deputi Pencegahan KPK Johan Budi mengaku terkejut setelah Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Plt pimpinan KPK. Dia mengaku baru mengetahui ditunjuk sebagai Plt pimpinan KPK setelah ditelepon langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Saya sama sekali enggak nyangka dan terkejut ditunjuk Plt pimpinan KPK. Saya dihubungi ajudan presiden sekitar jam 13.00 WIB menyampaikan bahwa JK ingin bicara. Lalu telepon diserahkan ke JK dan terjadi dialog cukup singkat," kata Johan di Jakarta, Kamis (19/2/2015) seperti dilansir merdeka.

Johan lantas menceritakan isi pembicaraan singkatnya dengan JK. "Pak JK bilang, nih Pak Johan dari pagi dikontak tidak bisa. Saya bilang jam 5 dari kantor jam 6 baru tidur. Ada apa pak?" cerita Johan.

"Kamu jadi pimpinan sementara KPK siap tidak?" ujar Johan menirukan ucapan JK.

"Untuk lembaga saya siap Pak," jawab Johan.

Ternyata pihak Istana menghubungi Johan sebanyak 53 kali, namun tak kunjung dijawab. "Ada 53 missed call dari banyak orang termasuk Pratikno dan SMS dari ajudan Presiden, dari orang kantor juga. Saya kaget banyak yang nyari," ujarnya.
 
Johan masih enggan bicara soal kasus. Ke depan, dia akan rapat dengan pimpinan KPK lainnya. "Saya enggak bisa bicarakan sebelum berlima kumpul karena kerja KPK harus semua pimpinan. Mungkin nanti setelah resmi setelah ketemu dengan Pak Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja," jelasnya.

(ind/bbs)