Dengar Pilot dan Kopilot Bertengkar, Puluhan Penumpang Malindo Air Turun
Pesawat Malindo Air. (foto:reuters)
Kualalumpur - Sebanyak 20 penumpang Maskapai Malindo Air turun dari pesawat beberapa menit sebelum lepas landas. Penumpang yang turun itu takut karena mendengar pilot dan kopilot berkelahi di kokpit.
Akibat pertengkaran itu, pesawat mengalami penundaan penerbangan selama satu jam lebih.
Puluhan penumpang maskapai itu pun memilih turun. Mereka khawatir, jika pertengkaran masih berlanjut ketika pesawat mengudara, bakal mengancam keselamatan mereka.
Sebagaimana dikutip dari Straits Times, Senin (9/2/2015), saat seluruh penumpang pesawat rute Kuala Lumpur-Subang, Malaysia itu sudah berada di dalam pesawat, tiba-tiba terdengar ribut-ribut di ruang kokpit.
"Pertengkaran itu terdengar cukup keras dari kokpit. Banyak penumpang yang terkejut. Penumpang yang duduk di barisan depan langsung berdiri dan meminta izin untuk meninggalkan pesawat,” ujar seorang penumpang, Kee, yang juga ikut turun dari pesawat.
Menurut Kee ada 20-an penumpang yang turun, kemudian melaporkan hal itu kepada otoritas bandara. Sementara 13 penumpang lainnya, memilih bertahan di dalam pesawat.
Tak lama kemudian, otoritas bandara mengatakan, pertengkaran itu bisa diatasi dan meminta penumpang untuk masuk kembali ke dalam pesawat. Namun mereka menolaknya, dan memilih membatalkan penerbangan. Pesawat itu akhirnya terbang dan tiba dengan selamat di Subang.
Peristiwa ini sebenarnya terjadi Kamis (5/2/2015) lalu, tapi gara-gara diposting salah seorang penumpang ke sosial media (sosmed), kasus ini pun menjadi heboh.
Head Public Relation Malindo Air, Raja Sa’adi, membantah pilot dan kopilot bertengkar. Menurutnya, saat itu pilot memberikan perintah kepada kopilot dengan suara yang keras, sehingga terdengar seperti orang yang sedang bertengkar. "Pilot juga minta maaf atas situasi ini,” kata Raja.
Maskapai ini merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries dan Lion Air dari Indonesia.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :