Angkut Tanah Cut and Fill Tanpa Terpal, Warga: Debu dan Tanah Berserakan
Aktivitas cut and fill dijalan raya (foto : Iskandar/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Warga Batam, Kepulauan Riau mengeluhkan aktifitas pengangkutan tanah cut and fill dibeberapa daerah, seperti Bengkong, Ocarina Batam Centre, Tiban dan Batuampar tanpa ditutupi terpal.
Aktifitas cut and fill tersebut beraktifitas pada ditengah jam-jam sibuk. Sehingga menggangu kenyamanan masyarakat Batam, terutama bagi pengguna jalan.
Pengangkutan tanpa ditutupi terpal itu, mengakibatkan tanah berserakan, jalan licin disaat hujan, dan debu berterbangan. Mobil pengangkut tanah cut and fill harus menggunakan terpal sesuai standar izin yang dikeluarkan.
"Serba salah juga, kalau hujan jalannya licin karena tanah yang dibawa truk tumpah dan ngga dibersihkan. Sementara kalau panas, debunya berterbangan kemana-aman," ujar Seorang warga Batam Centre enggan namanya disebutkan karena merasa tidak nyaman, Minggu (20/11/2016).
Kata dia, sudah sering mobil pembawa tanah timbunan yang lewat itu tidak mengindahkan prosedur pengangkutan tanah.
Jikapun ada yang menutup dengan menggunakan terpal, namun menutup secara asal-asalan saja. Akibatnya, jika mobil terlalu kencang, terpal akan terbuka dibawa angin.
(edo)
Komentar Via Facebook :