Warga Batam Tolak Tarif Parkir Naik 100 Persen, Ini Alasannya

Ilustrasi. (foto: ist/net)


BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Warga Batam, Kepulauan Riau menolak rencana kenaikan tarif parkir hingga 100 persen. Menurut warga hal itu tidak perlu dilakukan mengingat tidak jelasnya aturan perparkiran di Kota Batam.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan usulan terkait revisi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang retribusi parkir di Kota Batam.

"Apa manfaaat dinaikkannya tarif parkir hingga 100 persen ini. Coba lihat dululah kondisi lapangan seperti apa," ujar Fadil, seorang warga Batam pada Batamnews.co.id, Selasa (4/10/2016) malam.

Menurutnya, potensi lost-nya Pendapatan Asli Daerah (PAD) malah makin besar, dan yang mendapat manfaaat justru orang-orang yang diberikan pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan Batam.

"Dengan tarif sekarang aja miliaran yang hilang, apalagi nanti dinaikkan. Sistemnya dulu perbaiki, di Batam ini parkir sampai tengah malam," kata pria yang bekerja sehari-hari bagian lapangan ini.

Kata dia, masyarakat justru secara tidak langsung terbebani dengan dinaikkan tarif ini. Sebab, juru parkir jarang sekali yang memberikan karcis parkir, sementara aturannya harus ada karcis.

"Saya sehari kerja lapangan bisa parkir sampai 5 hingga 7 kali. Jarang sekali juru parkir memberikan tiket, kalau diminta alasannya habis, jadi kita nggak bisa klaim ke kantor, harus pakai uang sendiri," ujarnya.

Selain itu kata dia, banyak sekali juru parkir yang tidak dilengkapi dengan atribut parkir tapi berani memungut uang parkir. "Kita sama-sama melihat, hanya sedikit juru parkir memakai rompi parkir. Kalau tidak dikasih kita dibentak, nggak pakai atribut berarti ilegal," kata dia.

Untuk itu, tambahnya, seharusnya Pemko Batam membenahi dulu sistem parkir saat ini. "Katanya dulu parkir umum (Khusus) mau pakai sistem digital dengan kartu. Kapan nggak terealisasi sampai sekarang," kata dia menambahkan.

[isk]

SHARE US :