Riky Indrakari: Siswa Kreatif di Batam Minim Perhatian Pemerintah
Dialog pameran produk unggulan kreatif di Mega Mall Batam (Foto: Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Pelajar SMK Negeri 1 Batam Kepulauan Riau mampu menghasilkan produk-produk unggulan. Namun, karya siswa/i yang baru duduk di bangku sekolah menengah itu tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dengan enam jurusan yang ada, siswa/i SMK N 1 Batam mampu menghasilkan 17 produk Technopark dan mengolah sampah daun menjadi pupuk kompos yang berkualitas.
"Pemerintan daerah jangan hanya sebagai pendayung sampan, tapi lebih mendorong industri yang ada dan meningkatkan industri pendukung," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Riky Indrakari saat menghadiri acara pameran Produk Unggulan Industri Kreatif Expo 2016 di Mega Mall, Batam Centre, Sabtu, (17/9/2016).
Seperti pupuk kompos yang diolah dari sampah daun, siswa/i SMK N 1 Batam mampu membuat mesin Crusher Machine yang mampu mencacah barang berbahan plastik dan mencacah sampah menjadi olahan pupuk.
Untuk memasarkan produk ini sekolah hanya mengandalkan siswa/i, padahal produk ini memiliki pangsa pasar bagus.
"Biasanya yang memasarkan siswa/i saja, kalau ada yang ingin beli ya ke sekolah saja, kita belum berani pasarkan" ujar Aziz, seorang staff saat ditemui distand SMK N 1 Batam.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang guru. "Sekolah belum berani memasarkan secara terbuka karena memiliki keterbatasan dan untuk bahan pupuk saat ini hanya mengandalkan sampah daun disekitar sekolah," ujar seorang guru Matematika yang enggan namanya disebutkan.
[is]
Komentar Via Facebook :