Cegah Zika, Dinkes Kepri Mulai Periksa Penumpang di Pelabuhan
Petugas melakukan tes alat deteksi suhu tubuh di Pelabuhan Batuampar. (foto: isk/batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Untuk mencegah masuknya virus zika, Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepri melakukan pencegahan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (Termos Scan) di setiap pelabuhan di wilayah Kepulauan Riau.
Sebagai wilayah perbatasan, Provinsi Kepri berpotensi tertular virus zika yang sudah menyebar di Singapura.
Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi ada 41 orang yang terinfeksi virus Zika. Pihak Singapura mengatakan, 34 orang sudah pulih kembali, sementara tujuh lainnya masih memperlihatkan gejala dan berpotensi menular.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes mengatakan, untuk melakukan pencegahan masuknya virus zika pihaknya memasang alat pendeteksi tubuh (Termos Scan) di setiap pelabuhan.
"Penumpang akan terdeteksi oleh Termos Scan. Gejalanya seperti demam tinggi hingga 38 derajat Celsius, mata merah, sesak nafas, dan sakit kepala," ujar Tjetjep Yudiana saat jumpa pers dikantor Kementerian Kesehatan Pelabuhan Tipe A, Batuampar, Selasa (30/8/2016).
Tjetjep juga meminta kepada para penumpang yang berasal dari luar negeri bersedia dilakukan pemeriksaan melalui alat Termos Scan.
"Bagi pelabuhan yang belum memiliki itu (Termos Scan) akan dilakukan secara manual. Kami juga minta penumpang bersedia diperiksa," kata dia.
Kata Tjetjep, masyarakat Kepri tidak perlu khawatir terhadap virus zika ini, karena virus zika ini hanya ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Namun, perlu diwaspadai apabila di lingkungan ada yang terjangkit segera laporkan dan bawa ke rumah sakit.
"Virus zika bisa menular melalui nyamuk setelah orang terjangkit virus zika digigitnya," kata Tjetjep.
Nyamuk aedes aegypti ini siklusnya dua kali dalam sehari. Pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB di waktu pagi dan pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB di waktu malam. "Jadi ada 6 jam sehari nyamuk ini di sekitar kita," ujarnya.
Untuk pencegahan di lingkungan, kata dia, mulai dari tingkat RT/RW dan kelurahan pihaknya akan melakukan pencegahan bersama masyarakat seperti melakukan fogging di lingkungan masing-masing.
Kemudian, sambungnya, apabila merasakan gelaja-gejala virus zika tersebut, setiap puskesmas siap memberikan penanganan pertama dan dilanjutkan ke rumah sakit Pemerintah. "Kalau di Batam bisa dibawa ke RS Embung Fatimah," ucapnya.
[isk]
Komentar Via Facebook :