Anggota DPRD Kepri Kecam PLN Batam Naikkan Tarif Listrik Rumah Tangga
Ilustrasi. (foto:ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID. Batam - PT Bright PLN Batam mengusulkan kenaikan tarif listrik rumah tangga sebesar 47 persen dari Rp900/Kwh menjadi Rp1.325/Kwh. Rencana ini langsung menuai kecaman karena kondisi perekonomian sedang sulit.
Dari beberapa kali hearing dengan DPRD Kepri, terungkap bahwa per bulan PLN Batam memiliki keuntungan sekitar Rp 150 miliar.
Selain itu, PLN juga memiliki dana tertahan tahun 2015 lalu, sekitar Rp 700 miliar.
Hal itulah yang membuat anggota dewan menilai pengajuan kenaikan TDL PLN Batam tidak tepat apalagi dibebankan ke sektor rumah tangga.
"Enak saja PLN menaikkan tarif listrik tanpa memandang kondisi di luar sana dan susahnya masyarakat yang sedang sulit saat ini," kata Ruslan Kasbulatov, anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri kepada Batamnews.co.id, Jumat (19/8/2016).
Ruslan menambahkan, ia bersama seluruh Komisi I DPRD Provinsi Kepri akan meminta kepada Ketua DPRD Kepri untuk menolak rencana kenaikan tersebut.
"Jelas jelas saya dan Komisi I DPRD Provinsi Kepri menolak kenaikan tarif saat ini," pungkasnya.
(jim)
Komentar Via Facebook :