Pengakuan Istri Gigih: Tak Percaya Suami Terlibat Terorisme

Pengakuan Istri Gigih: Tak Percaya Suami Terlibat Terorisme

Juru bicara keluarga Gigih Rahmat Dewa, Agus Purwanto (kiri) bersama rekan. (Foto: Jim/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Istri Gigih Rahmat Dewa (GRD), RI, juga tak menyangka suaminya terlibat jaringan terorisme. Apalagi GRD disebutkan merupakan jaringan Bahrun Naim, simpatisan ISIS yang kini berada di Suriah.

Menurut RI, Gigih tidak ada menampakkan gejala-gejala aneh. Hal itu disampaikan RI melalui juru bicara keluarganya Ade Winata dan rekan.

"Kita sudah ngobrol dengan istrinya mas Gigih, istrinya mengatakan tidak ada yang aneh dari gelagat suaminya," ujar Ade Winata yang didampingi rekannya Agus Purwanto dan Fathur Rahim saat ditemui di Kepri Mall, Rabu (10/8/2016).

Dari pengakuan istrinya, kata Ade, mereka sehari-hari menjalankan aktivitas seperti biasanya keluarga kecil lainnya.

“Setiap hari Mas Gigih kerja, pagi mereka mengantarkan anak dulu ke salah satu rumah mertua, kemudian Gigih mengantar istrinya kerja dan sebaliknya saat pulang kerja," ujar Ade.

Soal dugaan keterlibatan Gigih Rahmat Dewa dengan Bahrun Naim pihak keluarga belum bisa memastikan karena belum bisa berkomunikasi langsung terhadap Gigih saat ini.

"Soal dugaan keterlibatan dengan Bahrun Naim kita belum bisa katakan, karena pihak keluarga tidak mengetahui dan belum bisa berkomunikasi dengan mas Gigih," kata Ade.

Kelompok Katibah Rahmat Dewa atau Katibah Gonggong rebus yang dipimpin Gigih Rahmat Dewa diamankan tim Densus 88 antiteror pada, Jumat (5/8/2016). Semula diamankan sebanyak enam orang, namun belakangan dilepas satu orang karena tidak terbukti terlibat jaringan terorisme.

Kelompok ini diduga terlibat jaringan terorisme dan diduga ada kaitannya dengan Bahrun Naim yang hijrah ke Suriah untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Saat ke lima orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli di Kompleks Mabes Polri, Selasa (9/8/2016).

Kata Boy, penetapan kelimanya sebagai tersangka karena sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka. 

Salah satu alat bukti yang dikemukakan Boy adalah percakapan antara kelompok tersebut dengan tersangka teroris bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman pada 5 Juli 2016.


[is]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :