Sejumlah Misteri Selimuti Kematian Mahasiswi STAI Ibnu Sina Lia Arzalina

Sejumlah Misteri Selimuti Kematian Mahasiswi STAI Ibnu Sina Lia Arzalina

Lia Arzalina semasa hidup (Foto: Ist)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kematian mahasiswi STAI Ibnu Sina Batam, Lia Arzelina, dipastikan karena dibunuh. Jasadnya ditemukan di kawasan hutan lindung Duriangkang, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau pada Rabu 27 Juli 2016.

Hasil autopsi leher Lia mengalami patah. Di lokasi kejadian juga ditemukan linggi berwarna biru tak jauh dari mayat. Diduga linggis tersebut digunakan pelaku mengeksekusi Lia.

Lia dilaporkan hilang pada 3 Juli 2016 lalu. Ia dilaporkan Suboim, pamannya ke Polsek Sagulung pada waktu tersebut.

Banyak misteri yang meliputi terbunuhnya Lia. Setelah dilaporkan hilang, keesokan harinya, pada saat mencari Lia, Zamzali, ayah kandung Lia, mengalami kecelakaan di simpang Barelang, Tembesi. 

Ia terlindas truk trailer. Tidak diketahui pasti apa penyebab terlindasnya Zamzali.

Zamzali sehari sebelumnya bercerita kepada pihak keluarga, ia sempat hendak menjemput Lia di halte Mukakuning, Sei Beduk. 

Pada saat itu Lia tengah menunggu untuk dijemput. Namun Zamzali pulang tak bersama Lia. Ia mengaku tak bertemu dengan Lia.

Sejak saat itu Lia dilaporkan hilang. Lia dinyatakan hamil saat ditemukan menjadi kerangka.

Dokter Forensik menemukan adanya janin di rahim yang diduga milik Lia. Janin itu juga sudah tinggal tulang belulang.

Usia kehamilan Lia diduga mencapai enam bulan. Belum diketahui siapa yang telah menghamili Lia.

Lia dikenal sebagai sosok yang pendiam. Baik di lingkungan perumahannya di Saguba II, Sagulung, maupun di sekolah ataupun di kampusnya STAI Ibnu Sina Batam.

Polisi saat ini belum berhasil mengungkap kasus kematian Lia Arzalia yang misterius. Misteri kematian Lia masih terkubur bersama jasadnya yang tinggal tulang belulangnya.

Polisi masih mendalami sejumlah petunjuk dan saksi-saksi terkait dengan kematian Lia Arzalina dengan cara tragis tersebut.

Misteri lain yang mengherankan, harta benda Lia tidak hilang. Dugaan Lia dirampok sangat tipis. 

Tas serta handphonenya ditemukan di lokasi. Lia juga masih membawa helm yang biasa digunakannya ketika dijemput ayahnya Zamzali.

Lia diketahui nyaris tak pernah mengemudi sepeda motor. Ia ke mana-mana selalu diantar orangtuanya.

 

[snw]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :