Ini Kata Kasat Narkoba Soal Makin Menggilanya Narkoba Masuk ke Batam
Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery (tengah) mengekspos tangkapan narkoba, belum lama ini. (foto:edo/batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Peredaran narkoba di Batam semakin memprihatinkan. Empat bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang telah mengamankan puluhan kurir narkoba dan serta bandarnya.
Sejak Februari hingga Mei 2016, Satres Narkoba sudah mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 30 kg dan ribuan butir pil ektasi.
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery mengatakan, rata-rata kurir bertransaksi dengan sang bandar di wilayah Out Port Limited (OPL) di perairan perbatasan Kepri dengan Malaysia.
"Barang itu dibawa ke Batam melalui pelabuhan rakyat, dari pelabuhan resmi juga ada," ujar Suhardi di Mapolresta Barelang, belum lama ini.
‪Dari hasil tangkapan, peredaran narkoba pada tahun ini mengalami peningkatan. Namun, belum bisa diterka berapa persen peningkatan peredaran narkoba di Batam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kompol Suhardi Hery menyebutkan, narkoba-narkoba yang berhasil diamankan tidak semuanya akan dipasarkan di Batam, melainkan akan dijual ke daerah luar Batam. Batam hanya dijadikan tempat transit.
"Selain di Batam, barang (narkoba) juga akan diselundupkan ke Medan, Jakarta, dan Surabaya. Batam menjadi tempat transit saja," ungkap Hery
Kemudian, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) merilis, jika pada tahun ini mereka telah banyak melakukan penindakan terhadap penyelundupan Nakotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP). Sejak Januari hingga Mei 2016, KPU-BC Tipe B Batam telah menindak 38 kasus NPP dengan sembilan orang tersangka.
Padahal, sepanjang tahun 2015 hanya ada 32 kasus. Dari angka itu diketahui penyelundupan sabu ke Batam meningkat sebesar 118,7 persen.
"NPP merupakan kasus terbesar yang mereka ditangani," ugkap Yosef Hendriansyah, Kabid Kepatuhan dan layanan informasi KPU-BC Tipe B Batam.
Para pelaku penyelundupan sepanjang waktu semakin nekat. Modus penyelundupan ini awalnya melalui sepatu dan celana dalam. Karena sering tertangkap, pelaku akhirnya nekat menyembunyikan barang haram tersebut di dalam tubuh.
"Modus terbanyak melalui perut, dengan cara menelan atau lewat anus," ungkapnya.
Modus dan rute penyelundupan juga selalu berubah-ubah. Ini membuktikan jika sindikat penyelundup merupakan jaringan yang terorganisasi dengan baik.
Dari sembilan orang tersangka yang diamankan, delapan dari mereka mengaku jika barang haram tersebut diselundupkan dari pelabuhan Stulang Laut, Malaysia.
"Dari pengakuan para tersangka, barang tersebut mereka bawa dari Malaysia," jelasnya.
(edo)
Komentar Via Facebook :