Akademisi Nilai Penyesuaian Tarif Pelabuhan Batuampar Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Batam

Akademisi Nilai Penyesuaian Tarif Pelabuhan Batuampar Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Batam

Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Batam. (Foto. Istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews – Penyesuaian tarif dan perubahan pola operasional di Pelabuhan Batuampar dinilai tidak semestinya dipahami hanya sebagai kenaikan biaya bagi pelaku usaha. Di balik kebijakan tersebut, terdapat strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, konektivitas, sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan di tingkat regional.

Pandangan itu disampaikan Kepala Program Studi Logistik Perdagangan Internasional Politeknik Negeri Batam, Dian Mulyaningtyas, yang menilai transformasi Pelabuhan Batuampar selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang positif.

Menurut Dian, dalam teori Port Competitiveness dan New Institutional Economics, daya saing sebuah pelabuhan tidak hanya ditentukan oleh besaran tarif, tetapi juga bergantung pada investasi infrastruktur, kualitas layanan, serta tata kelola operasional yang berkelanjutan.

Baca juga: AFFA Gelar Pertemuan Tengah Tahun di Batam, Perkuat Konektivitas Logistik ASEAN

"Data UNCTAD tahun 2023 menunjukkan pelabuhan-pelabuhan hub di ASEAN seperti PSA Singapura, Port Klang Malaysia, dan Cai Mep–Thi Vai Vietnam lebih dulu melakukan reformasi tarif dan restrukturisasi operasional sebelum berhasil meningkatkan konektivitas dan volume perdagangan," ujar Dian, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah indikator kinerja Pelabuhan Batuampar menunjukkan tren yang terus membaik. Volume peti kemas di Batam meningkat dari 624.061 TEUs pada 2023 menjadi 673.343 TEUs pada 2024 atau tumbuh sekitar 8 persen. Dari total tersebut, Terminal Batuampar menangani sekitar 84 persen dari keseluruhan throughput.

Tak hanya itu, layanan direct call internasional juga mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah layanan melonjak hingga 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu turut diikuti kenaikan volume peti kemas sebesar 125 persen.

Menurut Dian, capaian tersebut menunjukkan bahwa pasar memberikan respons positif terhadap peningkatan kualitas layanan dan konektivitas Pelabuhan Batuampar.

"Karena itu, anggapan bahwa penyesuaian tarif otomatis menurunkan daya saing perlu dilihat secara lebih komprehensif dan didasarkan pada data empiris," katanya.

Dian menambahkan, dalam persaingan pelabuhan di kawasan ASEAN, faktor yang menentukan daya saing bukan hanya tarif. Keandalan layanan, frekuensi pelayaran, waktu tunggu kapal yang rendah, hingga konektivitas global justru menjadi aspek yang lebih berpengaruh.

Ia mencontohkan, berdasarkan data UNCTAD, negara-negara dengan tingkat konektivitas pelayaran tertinggi di ASEAN seperti Singapura dan Malaysia menerapkan struktur tarif yang mampu mendukung reinvestasi berkelanjutan untuk pembangunan infrastruktur maupun digitalisasi pelabuhan.

Berbagai kajian internasional juga menunjukkan adanya hubungan positif antara peningkatan Liner Shipping Connectivity Index dengan penurunan biaya logistik secara keseluruhan dan meningkatnya volume perdagangan.

"Dengan demikian, strategi BP Batam untuk memperkuat kapasitas dan efisiensi operasional melalui penyesuaian tarif merupakan pendekatan yang konsisten dengan praktik terbaik pelabuhan internasional," ujarnya.

Baca juga: Lazada PHK 5% Karyawan di Asia Tenggara, Termasuk di Singapura dan Indonesia

Dari perspektif akademis, Dian menilai kebijakan penyesuaian tarif dan perubahan pola operasi di Pelabuhan Batuampar perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi Batam menuju regional logistics hub, bukan sekadar kebijakan fiskal jangka pendek.

Ia menegaskan, tantangan yang lebih penting adalah memastikan tambahan penerimaan dari kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan secara transparan melalui investasi infrastruktur, digitalisasi layanan, peningkatan produktivitas, serta perluasan konektivitas internasional.

"Jika reformasi ini dijalankan secara konsisten, Batam berpotensi mengikuti jejak pelabuhan-pelabuhan transhipment dan gateway terkemuka di ASEAN yang berhasil meningkatkan daya saing melalui kombinasi reformasi tarif, investasi, dan modernisasi tata kelola pelabuhan," pungkas Dian.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :