Percantik Wajah Batam Tanpa APBD, Anggota Komisi III DPRD Suryanto Puji Inisiatif Bougenville Li Claudia Chandra

Percantik Wajah Batam Tanpa APBD, Anggota Komisi III DPRD Suryanto Puji Inisiatif Bougenville Li Claudia Chandra

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Suryanto. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Pembangunan jalan di Kota Batam memang sedang gila-gilaan. Namun, aspal yang lebar dan mulus dirasa belum cukup jika tanpa sentuhan penghijauan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Suryanto, melontarkan pujian atas langkah cepat Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang menginisiasi penempatan pot bunga Bougenville di sejumlah ruas jalan protokol.

Suryanto menilai, di tengah masifnya proyek fisik, aspek estetika kota sering kali terlupakan. Padahal, pohon dan bunga adalah "jiwa" yang membuat kota tidak terasa gersang.

"Di tengah pembangunan Kota Batam yang luar biasa secara fisik, jalan di mana-mana sudah besar, mestinya harus ada ikutannya seperti pepohonan. Ternyata ini yang dirasa kurang sekarang. Inisiatif Bu Wakil Wali Kota ini adalah terobosan untuk percepatan penghijauan agar jalan-jalan yang besar itu menjadi indah kembali," ujar Suryanto.

Menurut politisi ini, ada sentuhan berbeda yang dibawa oleh Li Claudia dalam menata kota. Ia menyebut kepekaan terhadap detail keindahan ini lahir dari naluri seorang ibu.

"Beliau emak-emak yang memiliki sifat penyayang, jadi cara berpikirnya mungkin berbeda dengan bapak-bapak. Hal-hal detail tentang keindahan seperti ini sering kali tidak terpikirkan oleh kita," tambahnya.

Hal yang paling mencuri perhatian adalah soal anggaran. Suryanto mengaku sangat terkesan karena program pengadaan pot-pot bunga cantik ini dikabarkan sama sekali tidak menyentuh duit rakyat atau APBD, melainkan melalui optimalisasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Kita patut apresiasi, apalagi mendengar statement beliau bahwa program ini tidak menggunakan APBD atau anggaran pemerintah. Ini bisa menjadi contoh yang baik ke depannya, bagaimana kita bisa memfungsikan program CSR perusahaan untuk hal-hal yang langsung menyentuh masyarakat luas," tegasnya dengan lugas.

Namun, sebagai mitra kerja pemerintah, Suryanto juga memberikan catatan tegas. Ia mengingatkan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah harga mati. Mengingat jalanan Batam yang lebar memicu kendaraan melaju kencang, posisi pot bunga jangan sampai menjadi penghalang pandangan atau bahaya bagi pengemudi.

"Secara prinsip pot-pot itu pasti bagus dan akan memunculkan wajah Batam yang baru. Namun terkait penempatannya, itu masuk ranah teknis. Teman-teman di dinas terkait harus melakukan kajian dan simulasi," jelas Suryanto.

Ia mendesak dinas teknis untuk bekerja teliti dalam memetakan titik penempatan. "Harus dipetakan mana area yang aman dan mana yang butuh space khusus. Intinya jangan sampai esensi keindahannya dapat, namun malah membahayakan," imbaunya.

Suryanto membayangkan Batam bisa menyamai keindahan Surabaya dengan bunga Tabebuyanya atau serapi lanskap tata kota di Singapura. Baginya, pilihan bunga Bougenville sudah sangat tepat karena kuat bertahan di cuaca panas tropis Batam namun tetap memberikan warna-warni yang menyegarkan mata.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :