Sempat Dikeluhkan Warga, PT Mega Indah Reality Bersihkan Lumpur yang Meluber ke Jalan Sei Binti Batam
Jalan, Sei Binti di depan kawasan RT 01 RW 019, Kelurahan tanjung uncang, Kecamatan batuaji, Kota Batam, menuju Pelabuhan Sagulung telah dibersihkan, Selasa (28/4/2026). (Foto: Jamaludin/Batamnews)
Batam, Batamnews – Tak butuh waktu lama setelah pemberitaan mencuat, PT Mega Indah Reality Development akhirnya menunjukkan tanggung jawabnya. Pada Senin (27/4/2026) malam, pihak perusahaan langsung turun ke lapangan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur proyek yang meluber hingga ke badan jalan.
Hujan deras yang mengguyur selama hampir dua jam sebelumnya memang sempat mengubah area tersebut menjadi kubangan cokelat. Tanah liat dari area proyek terbawa air dan menutup aspal, sehingga membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Menanggapi situasi tersebut, perusahaan langsung melakukan langkah teknis secara menyeluruh. Tidak hanya sekadar menyapu lumpur, mereka juga melakukan pelebaran parit sepanjang kurang lebih 20 meter di sekitar Jalan Sei Binti serta melakukan normalisasi drainase agar aliran air kembali lancar.
Untuk memastikan aspal benar-benar bersih dan tidak licin, satu unit lori air dikerahkan. Proses penyiraman dan pembersihan ini memakan waktu sekitar empat jam hingga sisa tanah liat benar-benar hilang dari permukaan aspal.
Baca juga: Cut and Fill di Sei Binti Picu Banjir dan Lumpur, Warga Keluhkan Jalanan Jadi Kotor dan Licin
“Pembersihan ini kami lakukan dua kali, sore dan malam hari,” ujar pihak manajemen perusahaan saat ditemui di lokasi, Senin (27/4/2026).
Pantauan di lokasi pada Selasa (28/4/2026) siang menunjukkan kondisi lingkungan yang jauh lebih baik. Debu mulai berkurang dan jalanan tidak lagi becek. Kontraktor pun terpantau sedang memperbaiki seng pembatas yang sebelumnya sempat jebol dihantam air hujan.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa pagar seng tersebut hanyalah bersifat sementara. Ke depan, mereka berkomitmen memperkuat batas lahan dengan konstruksi batu miring dan pagar beton permanen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sejauh ini, aktivitas alat berat seperti beko maupun bongkar muat kontainer di area proyek terpantau masih dihentikan sementara.
Langkah tegas perusahaan ini menjawab keluhan warga setempat, seperti Siti Hajar, yang sebelumnya merasa sangat terganggu dengan kondisi jalan yang berubah drastis menjadi jalur lumpur yang menyulitkan aktivitas sehari-hari. Kini, masyarakat berharap pengerjaan proyek tetap mengutamakan kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar.
(jam)

Komentar Via Facebook :