Hak Karyawan Tak Dibayar hingga Data Dipakai Pinjol, Rentetan Masalah Seret Owner FUKU Massages
Hak Tak Dibayar, Janji Tak Ditepati, Pakai Data Pinjol: Rentetan Masalah Seret Owner FUKU Massages Batam. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Sejumlah persoalan membelit pemilik FUKU Massages di Batam Kota, Batam. Mulai dari dugaan tunggakan gaji karyawan, penggunaan data pribadi untuk pinjaman online, hingga pinjaman antar rekan bisnis yang tak kunjung diselesaikan.
Para pihak yang merasa dirugikan kini angkat bicara. Mereka berharap pemilik usaha, Ricky, dan rekannya, Nufus, segera bertanggung jawab.
Nanang (27), mantan karyawan FUKU Massages, mengaku belum menerima sisa gajinya sebesar Rp9,6 juta. Tunggakan itu berasal dari periode Januari hingga Februari 2026.
Baca juga: Mutasi Besar-besaran Polda Kepri: 477 Personel Termasuk Wakapolres Karimun dan Bintan
Ia memutuskan berhenti bekerja pada 8 Maret 2026. Alasannya, ia kesulitan biaya operasional sehari-hari karena haknya tak kunjung dibayar penuh.
"Awalnya total gaji yang belum dibayar sekitar Rp11,3 juta. Sudah ada cicilan, tapi baru sedikit. Terakhir bulan Maret 2026 hanya dibayar sekitar Rp100 ribu. Sekarang sisa Rp9,6 juta," kata Nanang, Sabtu, 25 April 2026.
Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupannya. "Saya punya tanggungan, ada ponakan kecil yang butuh susu. Cicilan motor juga sudah dua bulan belum dibayar," ujarnya.
Dampak psikologis pun tak terhindarkan. "Yang paling berat itu lihat kakak saya dipermalukan sampai menangis di depan keluarga, karena belum bisa bayar tukang. Padahal rencananya dari gaji saya itu untuk bayar tukang," cerita Nanang.
Kasus berbeda datang dari Zaid (26), warga yang mengaku data pribadinya digunakan untuk mengajukan pinjaman online. Pelaku yang disebutnya bernama Ricky Tony atau Ricky Hung mengajukan pinjaman pada 11 Maret 2026.
Pinjaman sebesar Rp1,5 juta itu kini membengkak menjadi Rp1.851.000 karena belum dilunasi hingga jatuh tempo.
"Harapan saya untuk Bapak Ricky, tolong diselesaikan segera dan respons segala chat kami. Karena kami juga diteror oleh debt collector. Uang itu rencananya untuk berobat pacar saya yang sakit parah," ujar Zaid.
Ia menegaskan Ricky baru menyicil Rp1 juta. "Bukan melunasi. Sementara dari pihak aplikasi tidak bisa dicicil, harus dilunasi, jadi bunganya terus naik."
Hingga kini, Zaid mengaku tak mendapat respons. "Sampai sekarang tidak ada respons sama sekali. Dalam arti menghilang," tegasnya.
Seorang rekan bisnis berinisial TD mengaku dirugikan Rp25 juta. Pinjaman itu diberikan kepada Nufus dan Riki, yang disebut sebagai pemilik Omah Batam dan FUKU Massages.
Pinjaman diberikan sejak Desember 2025. Hingga kini, belum ada pengembalian maupun kejelasan.
"Saya sudah berulang kali menghubungi, baik melalui pesan maupun komunikasi lainnya, namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali," ujar TD.
Ia terakhir mencoba menghubungi Nufus pada 8 April 2026 dan Ricky pada 11 April 2026. Keduanya tak merespons.
"Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam karena kepercayaan sebagai rekan bisnis telah dilanggar," katanya.
TD juga menyoroti aktivitas pihak bersangkutan di media sosial. "Saya melihat melalui media sosial bahwa yang bersangkutan masih menjalani aktivitas seperti biasa, namun tidak ada kejelasan terkait kewajiban yang harus diselesaikan."
Baca juga: Kuasa Hukum Sekolah Charisma: Tuduhan Penutupan Akses Jalan Tidak Berdasar
Owner Mengakui, Janji Selesaikan
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu, 25 April 2026 sore, pemilik FUKU Massages, Ricky, mengakui adanya sejumlah permasalahan. Namun, ia tidak membenarkan seluruh tudingan.
"Yang pertama terkait tunggakan hak mantan karyawan itu angkanya harus saya cek dulu ke manajemen. Terkait tunggakan hak itu dan pinjaman saya akui, dan akan saya selesaikan kepada yang bersangkutan satu per satu," kata Ricky.
Ia juga berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut. "Untuk waktunya saya belum bisa janjikan, tapi pasti saya selesaikan masalah ini," ujarnya.
Para pihak yang dirugikan berharap komitmen itu segera diwujudkan. "Saya hanya minta itikad baiknya. Tolong diselesaikan, karena saya benar-benar butuh," pungkas Nanang.
Komentar Via Facebook :