1,7 Ton Limbah Pesisir Diangkut dari Tanjung Uma, Batam, dalam Aksi Hari Bumi

1,7 Ton Limbah Pesisir Diangkut dari Tanjung Uma, Batam, dalam Aksi Hari Bumi

Peringatan Hari Bumi tahun 2026 di kawasan pesisir RW 2 Tanjung Uma.

Nurjali

Batam, Batamnews — Peringatan Hari Bumi tahun 2026 di kawasan pesisir RW 2 Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau, berlangsung berbeda. Bukan sekadar seremonial, tetapi aksi nyata. Puluhan orang turun ke pantai memungut sampah.

Hasilnya? Sebanyak 1,7 ton limbah pesisir berhasil dikumpulkan dalam satu hari, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan ini diprakarsai oleh PT Batam On Global Group. Mereka menggandeng komunitas, mahasiswa, dan sejumlah organisasi lingkungan.

Baca juga: Waspada! Penipuan Berkedok `Batam Fun Run 2026` di Instagram, Puluhan Peserta Diduga Menjadi Korban

Project Executive Batam On Global Group, Winda Sari, mengatakan pembersihan dilakukan di tiga titik berbeda di sepanjang pesisir Tanjung Uma.

"Dari kegiatan clean up hari ini, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 1,7 ton dari tiga titik pantai di Tanjung Uma," ujar Winda di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, angka ini cukup tinggi untuk ukuran aksi bersih sehari. Itu menjadi alarm sekaligus pengingat: kesadaran kolektif menjaga pesisir masih perlu ditingkatkan.

Kegiatan tidak berhenti saat sampah terkumpul. Rangkaian acara dilanjutkan dengan workshop pengolahan sampah plastik. Peserta yang didominasi mahasiswa diajari mengubah plastik bekas menjadi gantungan kunci dan produk kreatif lainnya.

"Harapannya sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah di tempat pembuangan, tetapi bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna," jelas Winda.

Aksi ini bukan insidental. Winda menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang rutin dijalankan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sudah 12 kali kegiatan serupa digelar. Total sampah yang dikumpulkan mencapai hampir 10 ton. Komitmen pemberdayaan masyarakat di Tanjung Uma sendiri sudah berjalan sejak tahun 2023.

Baca juga: AMSI Kepri Periode 2025-2028 Resmi Dilantik, Soroti Tantangan Bisnis Media di Era Disrupsi Digital

Pelaksanaan kali ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak: komunitas Freedesi, Mapala Polibatam, dan dukungan dari PT Klatek. Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan memperluas dampak edukasi tentang tata kelola sampah yang baik.

Tak hanya aksi lapangan, pendekatan persuasif terus dilakukan. Kelompok ibu rumah tangga dan anak-anak menjadi sasaran utama. Mereka diedukasi agar tak membuang sampah sembarangan ke laut. Juga diberi pemahaman bahwa sampah rumah tangga bisa punya nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :