Harga Tiket Naik, Konflik Global Mulai "Goyang" Wisata Kepri

Harga Tiket Naik, Konflik Global Mulai "Goyang" Wisata Kepri

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura bersama Para pengusaha usai menggelar Rapat di Graha Pena pada Selasa (21/04/226). (Asrul)

Nurjali

Batam, Batamnews – Ada kabar kurang sedap bagi Anda yang suka menyeberang atau terbang dari dan ke Kepulauan Riau (Kepri). Harga tiket ferry dan pesawat mulai terkerek naik. Bukan tanpa sebab, ini imbas dari konflik global yang tengah memanas.

Sadar situasi tak mudah, Pemerintah Provinsi Kepri langsung tancap gas. Selasa, 21 April 2026 pagi, mereka kumpulkan semua pemangku kepentingan di lantai 5 Gedung Graha Kepri. Tujuannya: cari akal agar sektor pariwisata tetap stabil.

"Kita harus gerak cepat. Koordinasi lintas sektor ini kunci biarpun dunia lagi tak pasti," tegas Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, yang langsung memimpin rapat tersebut.

Baca juga: Hari Kartini di Batam Disejalankan dengan HUT Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, memaparkan situasi di lapangan dengan gamblang. Konflik Timur Tengah, khususnya ketegangan Iran vs AS, mengganggu jalur laut dan udara hingga ke Selat Hormuz. Akibatnya, harga minyak naik, biaya operasional membubung, dan ujung-ujungnya tiket transportasi ikut melambung.

Berikut rincian kenaikan yang sudah dirasakan:

  • Ferry Internasional (Kepri-Singapura): Naik SGD 6 (sekitar Rp65.000) sejak 12 Maret 2026.
  • Ferry Internasional (Kepri-Malaysia): Naik 17 Ringgit (sekitar Rp65.000–Rp70.000) sejak 1 April 2026.
  • Pesawat Domestik: Naik 9–13 persen sejak 10 April 2026.

Selain biaya transportasi yang menggelembung, kebijakan negara tetangga ikut menekan. China, misalnya, menutup sebagian besar ruang udaranya selama 40 hari sejak 1 April. Sementara Korea Selatan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Indonesia, yang ikut mempengaruhi citra destinasi lain, termasuk Kepri.

Masalah lain datang dari dalam negeri. Isu pungli di Pelabuhan Ferry Batam Centre yang viral di medsos sempat mencoreng kepercayaan wisatawan mancanegara.

"Kami masih tunggu data BPS Maret. Nanti dari situ akan kami ambil langkah konkret," ujar Hasan.

Meski sekarang diterpa badai, catatan pariwisata Kepri sepanjang 2025 sebenarnya cemerlang. Kunjungan wisatawan mancanegara tembus 2,027 juta orang, dan wisatawan nusantara melesat ke 4,32 juta orang—tertinggi sejak pandemi. Sektor ini juga menyumbang Rp22,6 triliun ke PDRB.

Menariknya, pangsa pasar wisatawan Kepri kini bergeser. Myanmar mulai menyalip Amerika Serikat. Tapi urutan teratas masih dikuasai oleh:

  1. Singapura – 47,28%  
  2. Malaysia – 24,17%  
  3. China – 4,05%  
  4. India – 2,98%

Baca juga: Mulai Hari Ini, ASN Bintan WFH Setiap Jumat, Kecuali Pejabat Ini dan Layanan Publik

"Wisatawan Singapura dan Malaysia biasanya bolak-balik singkat. Sedangkan China dan India suka rombongan besar," jelas Hasan.

Pemerintah Kepri kini berharap Kementerian Pariwisata memberi perhatian khusus ke empat negara ini. Dengan sinergi semua pihak, sektor pariwisata diharapkan tetap jadi motor ekonomi, meski dunia sedang diguncang badai geopolitik.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :