Penertiban di Sei Binti Diwarnai Aksi Kejar Pakai Parang, Polisi: Tidak Ada Pembacokan
Aparat Gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam melakukan pengamanan dan penggusuran di Sei Binti Untuk Mendorong Percepatan Investasi, Kamis 16 April 2026 (Foto: Arsip BP Batam)
Batam, Batamnews – Proses penertiban bangunan liar di RT 04 RW 13, Kelurahan Sungai Binti, Sagulung, berubah menjadi ajang ketegangan pada Kamis (16/4/2026). Operasi yang dilakukan tim gabungan Ditpam BP Batam dan Satpol PP ini memicu protes keras dari warga yang merasa tertindas.
Suasana panas tersebut bahkan terekam dalam video yang viral di media sosial. Warga menilai penggusuran ini dilakukan tanpa rasa kemanusiaan terhadap masyarakat kecil. Namun, di balik protes tersebut, muncul kabar mengejutkan mengenai upaya penyerangan terhadap petugas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang warga diduga mengejar personel Ditpam BP Batam dengan sebilah parang. Menanggapi kabar yang beredar, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, langsung memberikan klarifikasi pada Jumat siang (17/4/2026).
"Tidak ada pembacokan," kata Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar ketika dikonfirmasi.
Penjelasan lebih rinci datang dari Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris. Ia meluruskan bahwa meski benar terjadi aksi pengejaran oleh warga terhadap petugas, namun tidak ada aksi pembacokan seperti yang dikhawatirkan.
"Tidak ada pembacokan, terpeleset orang BP-nya dikejar sama masyarakat, tidak ada tindak pidana. yang kejar sudah kami amankan (ASL), orang BP belum ada buat laporan. Mau kami damaikan disini," tutur Kanit Reskrim Polsek Sagulung menegaskan tidak ada pembacokan.
Pihak kepolisian kini tengah menunggu langkah selanjutnya dari pihak korban terkait peristiwa tersebut. "Kita masih menunggu lah korbannya bagaimana," imbuh kanit.
Pelaku pengejaran berinisial ASL sendiri telah diamankan di Polsek Sagulung sejak kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.
Sementara itu, dari pihak BP Batam, Ariastuty Sirait selaku Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum menegaskan kondisi di lapangan tetap terkendali. Ia memastikan anggotanya dalam kondisi baik meski sempat terjatuh saat insiden terjadi.
"Tidak ada pembacokan, baku hantam maupun cekcok. Anggota terjatuh dan telah diobati dan kembali bertugas," tuturnya.
Meski sempat diwarnai aksi pengejaran, aparat memastikan situasi kini sudah kembali kondusif dan petugas yang terlibat telah kembali menjalankan kewajibannya.
(jam)
Komentar Via Facebook :