Dikeluhkan Mirip `Ranjau Darat`, Pot Raksasa di Bundaran Punggur Segera Digeser 5 Meter
Puluhan pot bunga Bougenville berukuran raksasa yang berjejer di sepanjang jalan kini dijuluki warga sebagai ranjau darat. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Niat hati ingin mempercantik kota, namun penataannya justru berujung ancaman bagi nyawa pengendara. Itulah gambaran proyek estetika di kawasan Bundaran Punggur, Kecamatan Nongsa, yang belakangan ini banjir kritik pedas dari masyarakat.
Puluhan pot bunga Bougenville berukuran raksasa yang berjejer di sepanjang jalan kini dijuluki warga sebagai "ranjau darat". Pasalnya, posisi pot-pot besar berwarna hitam tersebut diletakkan terlalu menjorok ke badan jalan, hanya menyisakan jarak sekitar satu meter dari aspal utama.
Kondisi ini praktis melahap habis fungsi bahu jalan. Dampaknya fatal; kendaraan besar seperti truk dan bus kini terpaksa "memakan" lajur tengah saat berbelok di bundaran karena ruang gerak yang terhimpit. Tak hanya memicu kemacetan, risiko tabrakan samping pun meningkat drastis.
Baca juga: Jawab Kekhawatiran Publik, BP Batam Pastikan Penataan Pot Bougenville Gunakan Dana CSR
Lebih mengerikan lagi, jika terjadi kondisi darurat seperti rem blong atau ban kempes, pengendara sama sekali tidak memiliki ruang untuk menepi. Bahu jalan yang seharusnya menjadi zona penyelamat, kini tertutup rapat oleh deretan pot raksasa.
Keluhan ini disuarakan lantang oleh Deni Arung, salah satu pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia merasa keselamatan di jalan raya kini sedang dipertaruhkan demi sebuah estetika yang salah tempat.
"Terlalu di tepi sekali, sangat membahayakan bagi saya dan pengendara lainnya," keluh Deni.
Baca juga: Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi
Menanggapi gelombang protes dan keresahan publik, pihak otoritas akhirnya tidak tinggal diam. Anggota Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi total dan memperbaiki tata letak pot-pot tersebut.
Ariastuty berjanji akan memberikan ruang yang lebih lega bagi pengguna jalan agar fungsi bahu jalan kembali normal seperti sedia kala.
“Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Untuk peletakannya yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya pada pelaksanaannya akan lebih dijauhkan kurang lebih 5 meter. Hal ini agar tetap tersedia bahu jalan untuk kendaraan berhenti dalam keadaan darurat,” pungkas Ariastuty tegas.
Komentar Via Facebook :