Listrik Desa Mensanak di Lingga Mati Berminggu-minggu, PLN Klaim Perbaikan Terkendala Sparepart
Ilustrasi
Lingga, Batamnews – Kesabaran warga Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, tengah diuji dengan sudah berminggu-minggu, aliran listrik yang menjadi urat nadi kehidupan mereka tak kunjung normal akibat kerusakan mesin pembangkit. Masalah ini kini menjadi sorotan tajam karena dianggap lamban ditangani.
Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, mengakui adanya defisit daya di PLTD Mensanak akibat gangguan pada satu unit mesin. Ia menyebut bahwa kendala utama lamanya perbaikan adalah masalah logistik suku cadang.
"Terkait lamanya durasi perbaikan, info dari pengelola PLTD dikarenakan sparepart yang dibutuhkan perlu dikirim dari luar kota," kata Suheri kepada Batamnews, Kamis (16/4/2026).
Suheri mengklaim bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Saat ini, tim pemeliharaan sudah dikerahkan ke PLTD Mensanak untuk melakukan perbaikan pendukung sembari menunggu suku cadang utama tiba di lokasi. Meski begitu, ia belum bisa memberikan kepastian kapan listrik akan kembali menyala normal.
"Nanti setelah dapat info dari pengelola PLTD kami update lagi ya," sebut dia.
Sebelumnya, kondisi memprihatinkan ini memicu kritik pedas dari Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok. Ia menilai PLN Lingga seolah abai terhadap nasib warga di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil. Bagi masyarakat pulau, listrik bukan sekadar soal penerangan di malam hari, melainkan jantung dari mata pencaharian mereka.
Sui Hiok menegaskan bahwa padamnya listrik telah melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, terutama para nelayan yang sangat bergantung pada mesin pendingin.
"Dengan padamnya listrik PLN di Mensanak membuat masyarakat jadi resah. Sudah lah ekonomi lagi susah, listrik merupakan bagian yang sangat penting bagi masyarakat dalam mencari nafkah," kata Sui Hiok, Rabu (15/4/2026).
Selama ini, warga Mensanak hanya menikmati aliran listrik terbatas selama 13 jam sehari. Namun, waktu singkat itu sangat krusial bagi nelayan untuk memproduksi es batu dan bagi penampung ikan untuk menjalankan mesin freezer. Tanpa listrik, hasil tangkapan nelayan terancam busuk dan kerugian besar pun tak terelakkan.

Komentar Via Facebook :