Ekonomi Warga Terganggu, Sui Hiok Semprot PLN Lingga Soal Listrik Desa Mensanak yang Mati Berminggu-minggu

Ekonomi Warga Terganggu, Sui Hiok Semprot PLN Lingga Soal Listrik Desa Mensanak yang Mati Berminggu-minggu

Anggota DPRD Lingga, Sui Hiok. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok, melayangkan kritik pedas terhadap kinerja PLN Lingga. Ia menilai perusahaan plat merah tersebut terkesan abai terhadap warga di wilayah pesisir serta pulau-pulau terpencil yang kerap mengalami gangguan listrik tanpa penanganan cepat.

Salah satu yang paling parah terjadi di Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare. Sudah berminggu-minggu mesin pembangkit di desa tersebut rusak, namun hingga kini belum ada tanda-tanda listrik akan kembali normal. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi warga lumpuh.

Sui Hiok menegaskan bahwa listrik bagi masyarakat pulau bukan sekadar soal penerangan di malam hari, melainkan jantung mata pencaharian mereka.

"Dengan padamnya listrik PLN di Mensanak membuat masyarakat jadi resah. Sudah lah ekonomi lagi susah, listrik merupakan bagian yang sangat penting bagi masyarakat dalam mencari nafkah," kata dia kepada Batamnews, Rabu (15/4/2026).

Sotong hasil tangkapan kualitasnya menjadi rusak akibat ketidaksediaan es batu. (Foto: istimewa)

Ia menjelaskan, selama ini warga hanya menikmati aliran listrik selama 13 jam sehari. Meski terbatas, waktu tersebut sangat krusial bagi nelayan untuk memproduksi es batu dan bagi penampung ikan untuk menjalankan mesin pendingin (freezer).

"Walau listriknya hanya 13 jam, kalau normal masih bisa membantu masyarakat membuat es batu untuk mencari nafkah di laut. Begitu juga penampung ikan bisa bertahan membeli ikan masyarakat karena menggunakan freezer," ucap dia.

Sui Hiok menegaskan, jangan karena Mensanak berada di wilayah pulau, PLN lantas bertindak santai dalam menangani kerusakan mesin. Imbas dari kelalaian ini sangat nyata, ekonomi nelayan lumpuh karena penampung ikan tidak berani mengambil stok akibat ketiadaan pendingin.

“Penampung pun tak berani membeli ikan masyarakat karena freezer tak ada listrik. Saya harap PLN jangan memandang itu listrik desa, sehingga lalai dalam keseriusan. Banyak masyarakat jadi resah dan mengalami kesulitan,” pungkasnya tegas.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :