Target Akurasi Data 85 Persen, Camat dan Lurah di Batam Diminta Turun Validasi Domisili Warga

Target Akurasi Data 85 Persen, Camat dan Lurah di Batam Diminta Turun Validasi Domisili Warga

Rapat pembentukan satgas data kependudukan.

Nurjali

Batam, Batamnews – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memerintahkan pembentukan satuan tugas khusus untuk merapikan dan menyinkronkan data kependudukan di Kota Batam.

Perintah itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Rapat digelar di Kantor BP Batam, Senin, 6 April 2026.

Li Claudia menegaskan, integrasi data antar-OPD sangat penting. Tujuannya agar program pemerintah tepat sasaran, terutama untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Baca juga: Harga Plastik Naik 80% Imbas Konflik Timur Tengah, Menteri UMKM Siapkan Mitigasi

Ia meminta Disdukcapil menjadi satu-satunya rujukan data kependudukan. Dengan begitu, tidak ada lagi perbedaan data antarinstansi.

"Disdukcapil harus menjadi sumber data utama. Tidak boleh lagi ada OPD yang menggunakan data masing-masing. Semua harus terintegrasi dan sinkron agar kebijakan publik benar-benar berbasis data yang akurat," ujar Li Claudia tegas.

Menurutnya, sistem aplikasi terintegrasi perlu segera dibangun. Sistem itu akan menggabungkan berbagai data, mulai dari laporan kematian, data penduduk aktif, hingga perpindahan penduduk dalam satu sistem terpadu.

Pembenahan data akan difokuskan di wilayah dengan jumlah penduduk tinggi. Tiga kecamatan menjadi prioritas awal: Sagulung, Batam Kota, dan Bengkong.

Camat dan lurah diminta turun langsung ke lapangan. Mereka harus memvalidasi data domisili warga, termasuk mendata penduduk nonpermanen. Langkah ini untuk meningkatkan akurasi data yang saat ini baru mencapai 85 persen.

Data kependudukan yang bersih dan akurat akan menjadi dasar berbagai program strategis pemerintah. Misalnya, penentuan kuota sekolah dan distribusi seragam gratis bagi siswa SD dan SMP.

Data itu juga akan digunakan untuk memverifikasi penerima bantuan iuran (PBI) serta pelayanan administrasi kependudukan lainnya.

Baca juga: Target Pembangunan Kepri 2027: Turunkan Stunting hingga Perluas Beasiswa, Ini Hasil Musrenbang 2026

"Saya ingin pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi yang tinggi sejalan dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Kuncinya satu, data harus rapi dan valid," kata Li Claudia.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam, Kamaluddin, bersama sejumlah anggota dewan. Kehadiran mereka sebagai bentuk pengawasan agar proses sinkronisasi data berjalan optimal.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :