Janji Tinggal Janji, Warga Kateman Mengadu ke Batamnews: SDN 002 Sungai Teritip Masih Memprihatinkan

Janji Tinggal Janji, Warga Kateman Mengadu ke Batamnews: SDN 002 Sungai Teritip Masih Memprihatinkan

Tangkapan layar salah satu video kondisi sekolah yang dibagikan warga ke media sosial facebook.

Nurjali

Riau, Batamnews — Kekecewaan warga Desa Sungai Teritip, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, akhirnya meluap. Setelah keluhan mereka tak kunjung digubris pemerintah daerah, seorang warga Kateman memilih mengadu ke Batamnews terkait kondisi SDN 002 Sungai Teritip yang dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan.

Salah satu Warga Muktarudin mengaku sudah terlalu lama mendengar janji perbaikan. Namun, hingga kini bangunan sekolah tersebut masih dalam kondisi rusak dan belum juga mendapat pembangunan yang dijanjikan.

Keluhan ini semakin menguat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi SDN 002 Sungai Teritip. Dalam foto yang beredar, bangunan sekolah tampak rusak parah dan menimbulkan keprihatinan luas dari masyarakat.

Baca juga: UIN Suska Riau Siapkan DO Pelaku Pembacokan Mahasiswi, Kasus Diserahkan ke Polisi

Berdasarkan informasi yang diterima, kondisi SDN 002 Desa Sungai Teritip kembali menjadi sorotan publik pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Unggahan tersebut dibagikan di grup Facebook Berita Inhil oleh akun @Virgiawan Ristanto Irgie. 

Dalam unggahannya, ia menyoroti belum terealisasinya janji pemerintah untuk membangun kembali sekolah tersebut.

“Inilah bangunan SDN 002 Desa Sungai Teritip, Kec. Kateman, Kab. Inhil, yang sampai detik ini belum ada penggantian bangunan baru seperti yang pernah dijanjikan. Tahun 2025 sebentar lagi usai, tapi yang ada hanya janji manis,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat kondisi sekolah itu sempat viral sebelumnya, banyak pihak datang melihat. Namun setelah itu, tidak ada realisasi nyata.

“Dulu saat kami viralkan di medsos, banyak pejabat datang, bahkan ada yang meminta postingan dihapus. Aneh, ada apa sebenarnya? Siapa pun yang melihat kondisi sekolah ini pasti mengelus dada,” lanjutnya.

Unggahan tersebut kemudian memantik perhatian warganet. Hingga Sabtu, 11 Oktober 2025, unggahan itu telah meraih lebih dari 473 tanda suka, 130 komentar, dan dibagikan 63 kali.

Beragam komentar bernada kecewa dan prihatin pun bermunculan. Salah satu pengguna, @Maher Jan, menulis bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir sebenarnya sudah pernah turun melakukan survei saat kasus itu viral, namun sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir sudah pernah survei waktu viral dulu, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. APBD Perubahan 2026 sudah diketuk, dana BOS-nya ke mana?” tulisnya.

Komentar senada juga datang dari akun @Dhany Dany yang menyebut kondisi itu sangat miris dan mempertanyakan mengapa persoalan seperti ini seolah luput dari perhatian.

Sementara itu, akun @Aminah Mendes menyindir keras agar persoalan ini jangan hanya ramai saat viral, lalu mereka yang bersuara justru diminta klarifikasi. Pengguna lain, @Pondoc Cupang, bahkan berharap persoalan sekolah rusak ini mendapat perhatian hingga tingkat nasional.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Fauzan, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan SDN 002 Sungai Teritip ke pemerintah pusat.

“Untuk 2025, kita masih berharap dari APBN karena sebelumnya banyak pengurangan anggaran. Usulan ini kita ajukan bersamaan dengan SDN 004 Sungai Laut,” jelas Fauzan kepada wartawan.

Ia menambahkan, untuk tahun 2026 pihaknya kembali mengusulkan pembangunan sekolah tersebut melalui APBD dan juga APBN.

“Untuk tahun 2026, kembali kita usulkan di APBD dan juga ke APBN. Anggaran yang kita ajukan sekitar Rp3,7 miliar,” tambahnya.

Baca juga: Belasan Gajah Amuk Mess Karyawan di Siak, Warga Berhamburan

Namun bagi warga, jawaban itu belum cukup. Sebab, yang mereka lihat di lapangan bukanlah rencana, melainkan bangunan sekolah yang hingga kini masih memprihatinkan. Anak-anak tetap berada dalam situasi pendidikan yang jauh dari kata layak, sementara janji demi janji terus datang tanpa kepastian.

Keluhan warga yang sampai ke Batamnews menjadi sinyal bahwa kesabaran masyarakat mulai habis. Mereka tidak lagi membutuhkan penjelasan panjang, tetapi bukti nyata bahwa negara hadir untuk menyelamatkan masa depan anak-anak di Sungai Teritip.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :