Pelajar Sekolah Dasar Bertaruh Nyawa di Batam Saat Menyeberang Jalan 

Pelajar Sekolah Dasar Bertaruh Nyawa di Batam Saat Menyeberang Jalan 

Para pelajar salah satu sekolah dasar di Batam saat pulang sekolah.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sekolah Dasar Negeri 001 Batam, terletak tepat di pinggir jalan umum di Jl. Laksamana Bintan, Sungai Panas, Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau, tepat di samping patung kuda putih.

Jalan itu merupakan jalan dua arah yang masing-masingnya memiliki lima jalur dengan arus cukup padat dengan kendaraan roda dua maupun roda empat hingga truk yang mondar-mandir setiap hari.

Di depan sekolah, ada simpang tikungan menuju Jl. Raya Sungai Panas dengan setapak bahu jalan kecil, dijadikan pedagang kaki lima berjualan makanan, minuman, serta alat tulis dan mainan anak-anak sekolah. 

Di ujungnya ada jembatan penyeberangan orang, yang sebenarnya tidak cukup berfungsi untuk anak sekolah yang ingin menyeberang ke arah Pertokoan Seruni menuju Baloi.

Baca juga: Kapasitas Air Sungai Ladi Naik Dua Kali Lipat, Amsakar-Li Claudia Targetkan Masalah Air Tanjung Sengkuang Tuntas

Tidak ada penanda jalan untuk anak sekolah di depan jalan yang disebut Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Padahal sekolah yang berada di pinggir jalan seharusnya ditandai dengan marka jalan berwarna merah/kuning, rambu lalu lintas khusus, dan zebra cross untuk mengendalikan kecepatan kendaraan serta menjamin keamanan anak sekolah saat menyeberang.

Seorang siswi SD Negeri 001 Batam yang ditabrak oleh mobil Daihatsu Rocky merah di Jalan Laksamana Bintan, Batam Kota, seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah agar bisa menjaga keselamatan penyeberangan jalan, khususnya pelajar.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.43 WIB. Korban bernama DSA baru saja pulang sekolah dan sedang menyeberang jalan ketika mobil bernomor polisi BP 1349 OH melaju kencang dari arah berlawanan.

Hantaman keras membuat korban mengalami cedera di kepala. Siswi itu terbaring di ruang ICU dengan kondisi gegar otak. Usai menabrak, pengemudi berinisial W tancap gas meninggalkan lokasi. Namun pelariannya tak berlangsung lama. Petugas berhasil melacak dan menangkapnya.

Sebelumnya, kepada Batamnews, Ketua Forum Baloi Kolam Bersatu (FBKB) Thamrin Pasaribu mengingatkan bahwa kecelakaan di depan sekolah masih bisa terjadi karena infrastruktur yang belum memadai. Ia mendesak Dinas Perhubungan Batam segera memasang speed bump dan rambu zona selamat sekolah.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Afiditya Arief Wibowo, juga pernah mengingatkan bahwa lokasi kejadian tidak dilengkapi zebra cross, meski berada di area sekolah yang seharusnya memiliki fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki.

“Pejalan kaki ataupun orang yang menggunakan sepeda itu mendapat prioritas. Memang betul, di situ juga kita lihat bersama tidak ada zebra cross," ujar Kompol Afid, 5 April 2026.

Dia menekankan, aturan lalu lintas telah mewajibkan pengendara untuk mengutamakan pejalan kaki dan pesepeda. Namun, keterbatasan fasilitas serta rendahnya kepatuhan pengendara dinilai masih menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan.

Kecelakaan itu sebenarnya membuat banyak wali murid khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka. Hal itu diketahui saat Batamnews melakukan pantauan di depan sekolah pada Senin, 6 April 2026. Para orang tua banyak menunggu anak-anak mereka di depan gerbang.

Di sana, beberapa kendaraan roda dua ditemukan sering berlawanan arah. Beberapa pelajar juga menyeberang sendirian dari sekolah mereka menuju Pertokoan Seruni, tanpa didampingi orang dewasa atau petugas keamanan dari sekolah.

Siswi sekolah dasar itu, yang tidak dijemput oleh orang tua mereka, tampak bergerombol menyeberang sambil berlarian dari satu jalan menuju jalan lainnya. Melihat kiri kanan, mengangkat tangan untuk meminta kendaraan melambat, lalu berlari menuju tempat tujuan.

Usai menyeberang, pelajar berjalan kaki di pinggir jalan menuju rumah mereka di daerah Sungai Panas dan Baloi Kolam.

Arsyad (bukan nama asli), penjual di depan sekolah, menuturkan bahwa anak sekolah ramai menyeberang jalan tanpa bantuan orang dewasa.

“Ramai anak sekolah, mereka nyebrang tidak ada security-nya. Tapi kayaknya sekarang sudah ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat kecelakaan terjadi memang tidak ada pendampingan orang dewasa yang membantu menyeberang.

"Kadang rame-rame mereka nyebrang. Dulu jalannya rusak, sekarang diperbaiki semua kendaraan kencang-kencang,” tuturnya.

Randi (bukan nama asli), orang tua wali murid, sebenarnya khawatir sekolah yang terletak di pinggir jalan tanpa penanda yang dinilai dapat membahayakan pejalan kaki.

"Apalagi ini dekat sekolah, anak-anak tinggal dekat sini sering menyeberang,” tuturnya.

Peristiwa kecelakaan yang baru terjadi itu, katanya, membuat ia khawatir keselamatan anak sehingga harus menjemput lebih awal agar hal yang tidak diinginkan tak terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan pihaknya berencana akan menyurati Dinas Perhubungan Kota Batam untuk membuat marka jalan berupa gundukan garis putih melintang setebal 10-40 mm untuk memaksa pengendara mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan melalui getaran/suara yang umumnya dipasang di area berbahaya.

"Mudah-mudahan ada anggaran, bisa dibuat," ujarnya menjelaskan bahwa besok 7 April 2026 ia akan menyurati Dishub untuk menguatkan surat dari sekolah yang juga telah diberikan kepada Dishub Kota Batam.

Ia mengaku memang jalan di depan sekolah SD Negeri 001 Batam cukup rawan karena berada di jalan umum yang banyak kendaraan, tanpa JPO yang sesuai peletakannya.

Baca juga: Pemko Batam - BPOM Perketat Pengawasan Makanan Lewat GERMAS SAPA

"Itu makanya, kami akan usahakan ke Dinas Perhubungan dulu lah untuk membuat pita kejut itu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan telah menghubungi dan mengingatkan kepala sekolah terkait untuk menugaskan pihak keamanan sekolah membantu para pelajar menyeberang jalan.

Di satu sisi, Dinas Pendidikan Kota Batam juga mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku penabrak siswa SD Negeri 001 Batam dalam waktu yang cukup singkat. (Jml)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :