Harga BBM Naik, Dua Platform Ride-Hailing Terapkan Biaya Tambahan untuk Pengemudi
ilustrasi ojek online.
Singapura, Batamnews – Mulai 10 April hingga 31 Mei mendatang, penumpang Tada dan Gojek harus merogoh kocek lebih dalam. Kedua platform ride-hailing ini akan memberlakukan biaya tambahan sementara.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban para pengemudi di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kisahnya bermula pada Jumat, 3 April 2026 lalu. Tada mengirimkan surel kepada para pelanggannya. Mereka mengumumkan penyesuaian Driver's Fee yang kini berganti nama menjadi Fuel Support (Dukungan BBM). Besarnya? 40 sen.
Dengan tambahan ini, biaya yang biasanya 50 sen untuk perjalanan hingga S$18, kini melonjak menjadi 90 sen. Sementara untuk perjalanan di atas S$18,10, biayanya naik dari 80 sen menjadi S$1,20.
Tak hanya itu, Tada juga sudah memberikan suntikan dana sekali sebesar S$40 pada 20 Maret lalu untuk sejumlah pengemudi di Singapura.
Cerita serupa datang dari Gojek. Di hari yang sama, mereka juga mengirim surel kepada pelanggan. Angkanya sama persis: Driver Fee naik 40 sen. Bedanya, untuk Gojek, tarif tambahan sementara sebesar 90 sen ini berlaku untuk semua jarak perjalanan.
Namun ada kabar lega untuk pengguna GoTaxi. Gojek memastikan bahwa kenaikan ini tidak berlaku untuk layanan taksi mereka. "Tarif akan tetap mengikuti argo seperti biasa," tulis Gojek.
Kedua platform sepakat dalam satu hal: 100 persen dari biaya tambahan ini akan langsung masuk ke kantong pengemudi. Mereka juga berjanji akan terus memantau situasi.
Tada pun memberi isyarat, "Kami akan meninjau ulang kebijakan ini seiring dengan perubahan kondisi harga BBM."
Dalam nada yang sama, Tada menyampaikan komitmennya. "Kami tetap berdedikasi mendukung mitra pengemudi, agar mereka bisa terus memberikan perjalanan yang andal untuk Anda, sembari tetap menjaga kepentingan penumpang," ujar perwakilan platform tersebut.
Sementara itu, Gojek hanya berjanji akan berusaha maksimal agar layanan mereka tetap "andal dan terjangkau."
Langkah Tada dan Gojek ini sebenarnya bukan yang pertama. Grab lebih dulu bergerak pada 31 Maret. Mereka mengumumkan kenaikan biaya bahan bakar menjadi 90 sen, berlaku mulai 7 April hingga 31 Mei, akibat gejolak harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Selat Hormuz Tersumbat? PM Wong: Ancam Rantai Pasok Singapura, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat
Operator lain seperti Strides Premier dan ComfortDelGro juga sudah mengambil langkah serupa. Strides misalnya, sejak 30 Maret lalu menaikkan tarif street hail sebesar 1 sen per unit jarak dan waktu.
ComfortDelGro, operator taksi terbesar di Singapura, juga sudah lebih awal. Pada Maret lalu, mereka menerapkan driver's fee sementara untuk pemesanan lewat aplikasi CDG Zig. Biayanya 50 sen untuk tarif di bawah S$15, dan 80 sen untuk tarif S$15 ke atas. Plus kenaikan 1 sen untuk tarif jarak-waktu semua perjalanan berargo. Kebijakan ini berlaku dari 24 Maret hingga 31 Mei.

Komentar Via Facebook :