Sehari Pasca Salat Istisqa, Batam Akhirnya Diguyur Hujan Deras, Warga Was-was Banjir
Security TM Square Menggunakan Payung saat Hujan deras, Selasa 31 Maret 2026 (Jamaludin/Batamnews)
Batam, Batamnews – Langit Batam akhirnya "menjawab" rintihan warga. Hanya berselang satu hari setelah Pemerintah Kota Batam menggelar Salat Istisqa secara khusyuk untuk memohon air dari langit, hujan deras akhirnya mengguyur sejumlah kecamatan di Kota Batam, Selasa (31/3/2026).
Guyuran hujan ini menjadi pelepas dahaga setelah beberapa pekan Batam dilanda panas ekstrem. Di kawasan Batu Aji, intensitas hujan terpantau sangat tinggi, menyapu wilayah dari Bundaran Baskem Bukit Tempayan hingga ke arah Bundaran Simpang Barelang, Kibing.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Batam Kota. Di kawasan Jalan Centre Point, Teluk Tering, hujan lebat turun disertai angin kencang. Suara gemuruh petir yang menggelegar beberapa kali seolah menegaskan berakhirnya masa kekeringan panjang.
BMKG Kepulauan Riau bergerak cepat mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Selasa siang. Wilayah Sekupang, Lubuk Baja, Galang, Batam Kota, Batu Aji, dan sekitarnya diminta tetap waspada.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang diprediksi akan bertahan hingga pukul 13.00 WIB.
Namun, di balik kegembiraan datangnya hujan, terselip kekhawatiran nyata bagi para pengguna jalan dan warga di titik rawan. Isya, seorang pengendara ojek online yang terpaksa menepi untuk berteduh, memandang hujan ini dengan perasaan campur aduk.
Baginya, hujan adalah rahmat yang sangat dinanti, namun infrastruktur drainase kota yang sering bermasalah menjadi ketakutan tersendiri. Isya tak ingin berkah ini justru berubah menjadi petaka banjir.
“Musim panas kekeringan, kalau hujan kebanjiran, itulah Batam,” tuturnya getir.
Pengemudi asal Batu Aji ini teringat kembali pengalaman pahit saat permukimannya terendam banjir beberapa waktu lalu hingga air masuk ke dalam rumah. Ketakutan itu kian membayangi saat ia harus bekerja meninggalkan keluarga di rumah di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang.
“Itu yang membuat saya agak takut kalau hujan deras, karena istri dan anak saya ada di rumah,” imbuhnya.
Kini, warga Batam hanya bisa berharap agar hujan yang turun membawa keberkahan bagi ketersediaan air waduk tanpa harus menelan korban akibat banjir yang kerap mengintai. Pemerintah pun dituntut sigap memastikan saluran air berfungsi optimal menghadapi curah hujan yang mulai meningkat.
(jam)

Komentar Via Facebook :