Mediasi Gagal, Ratusan Warga Alor di Batam Bakal Kepung Kawasan Industri Tanjung Uncang Besok
Ilustrasi
Batam, Batamnews - Ratusan masyarakat dari keluarga Fukalang Alor di Batam bersama elemen mahasiswa akan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 1 April 2026.
Aksi tersebut akan dipusatkan di kawasan Industri Sempurna Wahyu Metalindo, Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam.
Demonstrasi ini dipicu oleh meninggalnya seorang petugas keamanan berinisial AR (59) di lingkungan kerja pada 7 Februari 2026, yang hingga kini disebut belum mendapatkan haknya.
Rahman, perwakilan pihak keluarga korban, mengatakan aksi tersebut digelar untuk menuntut tanggung jawab perusahaan. Ia menyebut almarhum ditemukan meninggal dunia di kawasan industri Tanjung Uncang.
Aksi ini akan diikuti oleh keluarga besar Alor Fukalang di Batam, Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur, serta perwakilan mahasiswa dari Universitas Riau Kepulauan.
Lebih dari 300 massa diperkirakan hadir dengan membawa mobil komando, pamflet, spanduk, serta pengeras suara. Aksi ditegaskan akan berlangsung secara damai tanpa tindakan anarkis.
“Kami selaku keluarga hanya meminta hak almarhum yang belum diberikan hingga saat ini,” ujar Rahman saat dikonfirmasi pada Selasa pagi (31/3/2026).
Di sisi lain, mediasi sebenarnya telah dilakukan pada Senin siang, 30 Maret 2026, yang difasilitasi oleh pihak kepolisian dengan menghadirkan perwakilan perusahaan dan keluarga korban. Mediasi sempat memanas karena pihak keluarga tidak menerima penjelasan dari perusahaan.
Musyawarah kemudian dilanjutkan secara lebih kondusif, dengan kesepakatan bahwa mediasi akan diteruskan pada malam hari, termasuk upaya pemberian santunan kepada keluarga almarhum.
“Namun hingga tengah malam, keluarga tidak didatangi oleh perwakilan perusahaan maupun kuasa hukumnya,” kata Rahman.
Masyarakat berencana menggelar aksi tepat di depan pintu masuk kawasan industri, bahkan menutup akses perusahaan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
“Kita aksi besok. Yang dari sekupang dan beberapa wilayah lain, semuanya akan bertemu di Tanjung Uncang,” tutup Rahman
Berbagai perlengkapan aksi seperti mobil komando, genset, pengeras suara, sound system, pamflet, dan spanduk tampak telah dipersiapkan.
Rahman menambahkan, apabila aksi pada 1 April belum membuahkan hasil, maka aksi lanjutan akan digelar di Kantor Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam sebagai bentuk protes lanjutan.
(jam)

Komentar Via Facebook :