Mentan Amran: Etanol Jagung, Ubi, dan Tebu Bisa Gantikan BBM 100 Persen
Etanol ilustrasi.
Jakarta, Batamnews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, etanol yang dihasilkan dari komoditas pertanian dalam negeri mampu menggantikan bahan bakar minyak (BBM). Pengembangan etanol ini menjadi bagian dari program hilirisasi pertanian sekaligus ketahanan energi nasional.
Menurut Amran, etanol tidak hanya bisa dicampurkan ke dalam BBM, tetapi pada tahap selanjutnya dapat menggantikan BBM sepenuhnya. Program ini dimulai dengan pengembangan jenis E20.
"Artinya flexi itu bisa 20 persen, bisa 70 persen etanolnya. Dan seterusnya bisa 100 persen," ujar Amran di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Baca juga: Ada Titik Api? Polres Anambas Minta Warga Segera Lapor ke Call Center 110
Ia menjelaskan, bahan baku etanol berasal dari komoditas pertanian lokal seperti jagung, ubi, dan tebu. Amran menyebut program ini sebagai mimpi besar menuju E20, yakni campuran bensin dengan 20 persen etanol.
"Yang ketiga mimpi kita E20. Etanol campuran bensin 20 persen," tuturnya.
Amran menambahkan, program etanol sejalan dengan upaya pemerintah yang telah menghentikan impor solar melalui program biodiesel berbasis sawit. Melalui program B50, impor solar berhasil ditekan hingga 5,3 juta ton.
"Kita menyetop impor solar. Digantikan oleh biofuel sawit B50," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol, pemerintah akan meningkatkan penanaman tebu, singkong, dan sawit. Amran optimistis pasokan dalam negeri mencukupi.
"Sudah pasti cukup. Kita tanam tebu, singkong, dan sawit," ucapnya.
Ia menargetkan Indonesia mampu mandiri energi dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, asalkan program ini dijalankan secara konsisten.
"Kalau konsisten, 10 tahun ini bisa kita mandiri," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Menurutnya, pertanian tidak hanya bertanggung jawab terhadap swasembada pangan.
Baca juga: 3 Wilayah Bintan Terdampak Kekeringan Segera Dapat Sumur Bor Gratis dari Pemkab
"Pertanian ini bisa dikerjakan oleh siapa pun. Apa pun latar belakangnya," ujar Sudaryono.
Ia mengungkapkan, pertanian kini mulai diarahkan untuk mendukung pengembangan bioenergi nasional, termasuk biodiesel dan bioetanol. Sektor ini diharapkan menjadi penopang ganda, yakni swasembada pangan sekaligus kemandirian energi.

Komentar Via Facebook :