Prabowo Sebut Penyiraman Air Kerasa ke Aktivis adalah Terorisme, Perintahkan Usut Otak Pelaku
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri di Istana.
Jakarta, Batamnews – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan tindakan terorisme dan biadab. Kepala Negara meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke aktor intelektual di balik peristiwa itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Bogor, yang tayang pada Kamis, 19 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa kekerasan semacam ini tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum.
“Ini adalah terorisme, ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut!” tegas Presiden Prabowo.
Baca juga: Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: TNI Buru Otak Penyiraman, Polri Periksa 86 CCTV
Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku di lapangan. Para penegak hukum diminta untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk otak dari perencanaan aksi tersebut.
“(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” ucap Presiden.
Presiden juga memastikan bahwa negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, terlebih kepada aktivis yang menyampaikan kritik dalam kehidupan demokrasi. Ia menegaskan, jika ditemukan keterlibatan aparat dalam kasus ini, proses hukum harus berjalan tegas tanpa pandang bulu.
“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat), tidak akan (ada impunitas), saya jamin! Saya ingin menegakkan hukum, ingin Indonesia yang beradab, tidak boleh ada tindakan seperti ini,” ujar Presiden.
Penegakan hukum, menurut Presiden, menjadi kunci utama untuk menjaga keadaban bangsa. Ia mengingatkan bahwa dirinya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat.
“Saya dipilih oleh rakyat, untuk membela rakyat. Tapi kita waspada, saya minta diusut benar, sampai ke aktornya,” kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Motif Politik di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Pengamat Sebut Ada Upaya Jatuhkan Prabowo
Sementara itu, aparat gabungan dari TNI dan Polri telah mengamankan empat oknum prajurit yang diduga terlibat dalam kasus ini. Keempatnya terdiri dari tiga perwira dan satu bintara yang kini tengah menjalani proses hukum.
Komandan Detasemen Polisi Militer TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyatakan pihaknya akan mendalami kasus tersebut secara menyeluruh guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

Komentar Via Facebook :