Pulang ke Rumah, Istri Temukan Suami Tewas Tergantung di Bengkong Mahkota Batam
Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, Bersama Tim Melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Foto. Istimewa)
Batam, Batamnews – Suasana di kawasan Bengkong Mahkota Blok C No.35, Kelurahan Bengkong Laut, mendadak gempar pada Sabtu (14/3/2026) malam. Seorang pria muda berinisial AR (24) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, tergantung di dalam kamar rumahnya.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap sekitar pukul 23.00 WIB. Sang istri yang baru saja menginjakkan kaki di rumah mulai menaruh curiga karena tidak ada respons sedikit pun dari korban yang berada di dalam kamar.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, mewakili Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra, membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan warga sesaat setelah kejadian.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di rumahnya di Bengkong Mahkota. Setelah menerima informasi, Kapolsek bersama personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi,” ujar Apriadi, kepada batamnews.co.id, Minggu (15/3/2026) dinihari.
Pintu Kamar Didobrak
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, AR sebenarnya masih terlihat beraktivitas seperti biasa pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, ketika penghuni rumah lainnya kembali sekitar pukul 22.00 WIB, kamar AR sudah tertutup rapat dan sunyi.
Kecurigaan memuncak saat istri korban tiba sejam kemudian. Ia mencoba menghubungi ponsel suaminya berkali-kali, namun nihil jawaban. Lantaran panggilan dan gedoran pintu tak digubris, pintu kamar akhirnya didobrak paksa. Begitu terbuka, mereka mendapati AR sudah dalam kondisi tergantung.
“Saksi kemudian menurunkan tubuh korban dengan memotong tali yang digunakan. Namun saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Apriadi.
Polisi Dalami Motif
Tak lama setelah laporan masuk, tim kepolisian langsung mengamankan lokasi. Sekitar pukul 00.30 WIB, Tim Inafis Polresta Barelang tiba untuk melakukan olah TKP. Jenazah AR kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri sekitar pukul 01.00 WIB untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Sejauh ini, polisi belum menemukan indikasi penyakit kronis pada korban. Namun, keterangan saksi mengarah pada adanya konflik internal dalam rumah tangga korban.
“Menurut keterangan saksi, korban tidak ada mengeluh sakit. Namun disebutkan bahwa korban dan istrinya sering terjadi pertengkaran,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Bengkong masih terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab serta motif pasti di balik aksi nekat pria berusia 24 tahun tersebut.
Komentar Via Facebook :