Hanya Rp200 Jutaan! Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio Pik Up India yang Dipesan untuk Kopdes Merah Putih

Hanya Rp200 Jutaan! Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio Pik Up India yang Dipesan untuk Kopdes Merah Putih

Mobil pikap Mahindra Scorpio.

Nurjali

Batam, Batamnews — Langkah pemerintah memesan 105.000 unit kendaraan niaga dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mengundang perhatian publik. Di balik angka fantastis dan pro-kontra yang mengiringinya, bagaimana sebenarnya spesifikasi kendaraan yang akan menjadi tulang punggung logistik desa ini?

Dari total pesanan senilai Rp24,66 triliun tersebut, sebanyak 35.000 unit merupakan mobil pikap Mahindra Scorpio. Sisanya, 70.000 unit dipasok oleh Tata Motors yang terdiri dari pikap Yodha dan truk ringan Ultra T.7, masing-masing 35.000 unit .

Fokus utama perbincangan publik tertuju pada Mahindra Scorpio Pik Up. Kendaraan ini dirancang bukan untuk melesat di aspal mulus, melain untuk bekerja keras di medan berat. Lantas, seperti apa spesifikasinya?

Baca juga:   Harga dan Spesifikasi Geely EX2: SUV Listrik RWD Termurah? Rp 229 - 259 Juta

Scorpio: Tangguh Bawa Beban, Andal di Jalan Desa

Manajemen Mahindra menyebut kendaraan ini sebagai tulang punggung logistik yang andal untuk menghubungkan petani ke pasar. Dengan ground clearance 210–230 mm dan sistem penggerak 4x4 yang dilengkapi fitur Shift On The Fly (perpindahan mode saat kendaraan berjalan), Scorpio dirancang untuk melibas jalan pedesaan, perkebunan, atau medan licin dan berlumpur .

Scorpio Pik Up yang didatangkan menggunakan mesin diesel 2.2 liter mHawk 4 silinder. Mesin ini menghasilkan tenaga 138–140 HP dan torsi 320 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan .

Yang menarik adalah kapasitas angkutnya. Untuk varian kabin tunggal, daya angkut mencapai 1.095 kg, sementara varian kabin ganda mampu membawa 995 kg . Kapasitas ini dinilai ideal untuk mendistribusikan bahan pangan, paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), atau hasil tani dalam satu kali perjalanan tanpa perlu menggunakan truk besar.

Dari segi keamanan, kendaraan bergenjenis tangga ini telah dilengkapi rem anti terkunci (ABS) 4 saluran dan dua kantong udara (dual airbags) untuk pengemudi dan penumpang depan .

Hanya Rp200 Jutaan? Ini Rincian Harganya

Pertanyaan soal harga menjadi krusial. Di pasar ritel, Mahindra Scorpio Pik Up dibanderol mulai Rp278 juta untuk tipe kabin tunggal 4x4 dan Rp318 juta untuk tipe kabin ganda 4x4 . Angka ini jauh di bawah kompetitor Jepang seperti Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton yang bisa mencapai Rp450 jutaan untuk varian setara .

Lalu, berapa harga yang dibayar pemerintah untuk program Kopdes? Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa harga yang didapat jauh lebih kompetitif. 

Meski harga kontrak tidak dibuka karena perjanjian kerahasiaan (NDA), Joao menyebut angkanya berkisar "200 jutaan per unit" untuk paket pikap dari India, atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitor . Harga khusus ini dimungkinkan berkat skema perjanjian dagang multilateral Asean–India Free Trade Area (AIFTA).

"Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption*, kendaraan ini sangat andal," ujar Joao beberapa waktu lalu .

Kontroversi dan Rencana ke Depan

Meski secara teknis dinilai cocok, rencana ini sempat memicu kontroversi. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau pembatalan impor karena dinilai dapat mematikan industri otomotif dalam negeri . DPR juga meminta penundaan pelaksanaan impor .

Baca juga: Jangan Cuma Kunci Setang! Ini 3 Tips Jitu Anti Maling biar Motor Aman Saat Ditinggal

Menanggapi hal tersebut, Agrinas memastikan akan taat pada keputusan pemerintah. Meski demikian, secara bertahap ribuan unit disebut telah tiba di Indonesia dan akan disimpan di Kodim hingga koperasi siap 

Menariknya, di balik kontroversi impor, terselip kabar positif. Joao mengungkapkan bahwa Mahindra dan Tata Motors berkomitmen untuk membangun infrastruktur layanan dan berencana melakukan perakitan atau bahkan membangun pabrik di Indonesia . 

Jika terealisasi, investasi ini tentu akan memberikan nilai tambah bagi industri dan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :