Krisis Air Bersih Berkepanjangan, DPUTR Lingga Akan Petakan Penyelesaian Permanen untuk Kampung Senempek
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lingga, Deden Trisna Wijaya. (Foto: dok.Batamnews)
Lingga, Batamnews - Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sejak beberapa waktu terakhir membuat masyarakat di Kampung Senempek, Kecamatan Lingga Utara kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Selain memanfaatkan sumur kecil yang ada, masyarakat setempat sebagian terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Pasalnya, air yang ada di sumur hanya bisa untuk mandi dan mencuci, itu pun sudah mengeluarkan bau tak sedap.
Menanggapi permasalahan ini, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lingga, Deden Trisna Wijaya mengaku akan menurunkan tim untuk menganalisis permalahan tersebut.
"Nanti tim dari Dinas PU akan kita tururnkan untuk mengidentifikasi langkah apa yang perlu kita lakukan guna mengatasi permasalahan kekeringan air bersih di Kampung Senempek ini," ujar Deden ketika dihubungi Batamnews, Kamis (12/2/2026).
Permasalahan air bersih di Kampung Senempek sudah menjadi masalah yang datang tiap tahun jika musim kemarau tiba. Masyarakat terpaksa mengambil air dari siang bahkan hingga tengah malam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dusun II Senempek, Firmansyah, sebelumnya menjelaskan bahwa penderitaan warganya sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan solusi permanen dari pemerintah.
"Kami masyarakat Kampung Senempek hampir tiga bulan sudah kekeringan. Jadi meminta perhatian pemerintah untuk membantu mencari solusi dalam hal ini," tutur Firman, Selasa (10/2/2026) kemarin.
Menurutnya, masalah distribusi air menjadi kacau bukan hanya karena sumber air yang kering, tetapi juga jaringan pipa yang rusak parah akibat peristiwa masa lalu.
"Selama ini, pipa air yang ada beberapa tahun lalu bekas kebakaran lahan. Jadi itu lah yang membuat kami kewalahan," sebutnya.
Meski warga telah bergotong royong mencoba memperbaiki pipa-pipa tersebut, hasilnya masih nihil. Kini, besar harapan warga agar Pemerintah Kabupaten Lingga segera turun tangan mengatasi kekeringan dan membenahi infrastruktur air, agar warga tidak lagi kesulitan setiap kali musim panas menyapa.
Sambil menunggu solusi jangka panjang dari pemerintah, bantuan darurat sempat datang pada Selasa malam kemarin. Menjawab jeritan warga, BPBD Lingga bersama Polsek Daik dan Yonif TP/849 Beladau Sakti turun tangan menyalurkan air bersih.
Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan pihaknya menggelontorkan total 10 ton air malam itu untuk meredakan krisis sesaat.
"Sudah 10.000 liter yang kita berikan ke warga. Semoga sedikit dapat membantu warga Senempek dalam memenuhi kebutuhannya," ujar Okta.
Meski bantuan ini sangat berarti, Okta dan seluruh warga Senempek sepakat bahwa ini hanyalah solusi sementara. Harapan terbesar mereka tetap satu: perbaikan infrastruktur air yang permanen agar penderitaan mencari air tak perlu terulang lagi.

Komentar Via Facebook :