Anggaran Gentengisasi Masih Dihitung, Menkeu: Tak Sampai Rp1 Triliun

Anggaran Gentengisasi Masih Dihitung, Menkeu: Tak Sampai Rp1 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Pemerintah masih melakukan penghitungan detail anggaran yang dibutuhkan untuk program penggantian atap seng menjadi genteng atau 'Gentengisasi'. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, angka yang beredar saat ini masih bersifat kasar.

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan meningkatkan keindahan permukiman dan kenyamanan penghuni rumah. Atap seng dinilai membuat suhu dalam rumah lebih panas.

“Hitungan yang ada masih kasar sekali, dimana semua rumah dihitung. Padahal kan yang diganti paling berapa persen yang pakai seng,” kata Purbaya usai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga: Kepri Tembus Target 2 Juta Wisatawan Mancanegara 2025, Sumbang Devisa Rp22,6 Triliun

Dia menekankan bahwa anggaran yang dibutuhkan dipastikan tidak akan sebesar perkiraan awal yang mencapai Rp1 triliun. “Mungkin jumlahnya kurang dari itu, dan anggarannya masih bisa dikendalikan,” ujarnya.

Sumber pendanaan program akan bersumber dari APBN 2026. Menkeu menyebutkan sejumlah opsi, mulai dari penggunaan dana cadangan pemerintah hingga realokasi anggaran dari pos lain.

“Sumbernya anggarannya bisa dari mana saja. Pemerintah kan punya dana cadangan,” kata Purbaya. Salah satu contoh realokasi yang disebutkan adalah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program 'Gentengisasi' pertama kali dilontarkan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul, Senin, 2 Februari 2026. Selain untuk estetika, program ini bertujuan menurunkan suhu panas di dalam rumah akibat penggunaan atap seng.

Baca juga: Keberadaan Riza Chalid Disebut di Johor, Polisi Meluncur ke Lokasi Persembunyian

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan, lebih dari 22 juta rumah tangga di Indonesia masih menggunakan atap berbahan seng. Angka inilah yang menjadi dasar perhitungan awal program tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :