Kepri Tembus Target 2 Juta Wisatawan Mancanegara 2025, Sumbang Devisa Rp22,6 Triliun
Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) berkunjung ke pusat penjualan produk UMKM di Jalan Merdeka Tanjungpinang Oktober 2025 lalu. Kadispar Hasan menyatakan, untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menetapkan target ambisius dengan sasaran 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara. (Dispar Kepri)
Tanjungpinang, Batamnews – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pencapaian gemilang di sektor pariwisata pada tahun 2025. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berhasil melampaui target dua juta kunjungan.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri periode Januari–Desember 2025, kunjungan wisman mencapai 2.027.037 orang. Angka ini tumbuh signifikan sebesar 21,59 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 1.667.081 kunjungan.
Capaian tersebut diumumkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, atas nama Gubernur H. Ansar Ahmad, di Tanjungpinang, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga: Guru Dengan Berat 350 Kg di Melaka Dievakuasi Petugas Damkar dari Kamar Mandi
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau sepanjang 2025 mencapai 2.027.037 orang,” ujar Hasan.
Tidak hanya wisman, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami lonjakan. Sepanjang 2025, tercatat 4.294.670 perjalanan wisnus, tumbuh 22,99 persen dari tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga terlihat pada akhir tahun. Khusus Desember 2025, kunjungan wisman melonjak 56,97 persen menjadi 247.024 kunjungan. Sementara wisnus naik 6,59 persen menjadi 378.494 perjalanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan tersebut juga meningkat menjadi 56,96 persen.
“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan wisatawan terhadap Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan,” jelas Hasan.
Dampak ekonomi dari geliat pariwisata ini sangat nyata. Total pengeluaran wisatawan di Kepri sepanjang 2025 mencapai Rp22,635 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi besar pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah dan sumber devisa negara.
“Pariwisata Kepri menyumbang devisa negara sebesar Rp22,6 triliun pada 2025. Ini bukti sektor ini jadi penggerak utama ekonomi,” tegas Hasan.
Memandang ke depan, pemerintah provinsi menargetkan kunjungan wisman sebanyak 2,7 juta orang pada 2026. Target ambisius ini akan diraih melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, dan penyelenggaraan berbagai event.
Kepri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan nasional Wonderful Indonesia Wellness di Pulau Bintan. Selain itu, juga akan menyelenggarakan event berlabel Kharisma Event Nusantara (KEN) seperti Jong Race Festival di Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Batam, yang didukung event lainnya.
“Dengan rangkaian event tersebut, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” tutup Hasan.
Komentar Via Facebook :