Wamen Investasi Todotua Pasaribu Ungkap Sektor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Batam

Wamen Investasi Todotua Pasaribu Ungkap Sektor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Batam

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan optimismenya terhadap masa depan investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan optimismenya terhadap masa depan investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Ia menegaskan bahwa sektor manufaktur akan tetap menjadi primadona dan penopang utama pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut pada tahun 2026.

Menurut Todotua, posisi strategis Batam sebagai hub logistik internasional didukung oleh infrastruktur industri yang sangat matang. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para investor global untuk menanamkan modalnya di Kepulauan Riau.

"Yang paling pasti kami yakini, sektor yang akan tumbuh berkembang itu adalah sektor manufaktur. Hal ini didorong oleh letak strategis Batam yang saat ini memiliki kurang lebih 17 kawasan industri dan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ujar Todotua, Senin (2/2/2026).

Wamen menjelaskan bahwa status Batam sebagai wilayah Free Trade Zone (FTZ) memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan dalam perdagangan internasional. Ia menyoroti efisiensi tarif ekspor yang membuat produk hasil manufaktur Batam sangat kompetitif di pasar global.

"Secara konsolidasi, Batam adalah wilayah free trade. Dengan tarif perdagangan kita ke Amerika sebesar 19% dan ke Eropa yang saat ini mencapai 0%, kami percaya investasi akan terus mengalir deras ke sektor manufaktur di sini," tambahnya.

Selain manufaktur konvensional, Wamen Investasi juga mencatat pertumbuhan signifikan pada industri pabrikasi perkapalan dan elektronik. Namun, yang paling mencolok adalah pergeseran Batam menuju ekonomi digital.

Batam kini mulai bertransformasi menjadi pusat data (data center) nasional. Pertumbuhan industri digital di kota ini dinilai menunjukkan tren positif yang cukup signifikan, sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital di titik-titik strategis Indonesia.

Pemerintah menekankan bahwa aliran investasi ini bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk kesejahteraan masyarakat. Todotua menyebutkan bahwa sektor-sektor unggulan tersebut memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Sektor-sektor ini punya dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja secara signifikan. Selain itu, pembangunan ekosistem industri di Batam juga ditopang oleh ekosistem UMKM lokal yang ikut tumbuh bersama industri besar," tutupnya.

Dengan kombinasi insentif fiskal, letak geografis, dan kesiapan infrastruktur digital, Batam diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai ujung tombak investasi dan hilirisasi di wilayah barat Indonesia.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :