Krisis Air Batam Meluas, Polsek Lubuk Baja Kawal Distribusi Tangki Air ke Warga Tanjung Uma
Anggota Polsek Lubuk Baja Saat Mengawal Pendistribusian Air Bersih di Tanjung Uma, Sabtu (31/1) siang. Foto : Dokumentasi Polsek Lubuk Baja
Batam, Batamnews - Kelangkaan air bersih meluas di Kota Batam. Setelah terjadi di Kecamatan Batuampar dan Sagulung, kini warga di Kecamatan Lubuk Baja, khususnya Kelurahan Tanjung Uma, juga menghadapi krisis serupa.
Gangguan ini disebutkan akibat permasalahan internal antara Air Batam Hilir (ABH) dan PT Moya, dengan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.
Di Tanjung Uma, krisis air dirasakan warga di berbagai titik, termasuk Kampung Tua Tanjung Tritip, Kampung Lama, dan hampir delapan Rukun Tetangga (RT).
Baca juga: Kebakaran Lahan 20 Hektar di Rempang Cate, Polisi Selidiki Ada Unsur Kesengajaan atau Tidak
Untuk mengatasi kesulitan itu, Polsek Lubuk Baja turun tangan mengawal pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki langsung ke rumah warga.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, mengatakan pengawalan dilakukan sepanjang hari. “Kita melakukan pengawalan pendistribusian air sejak pagi hingga malam hari,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026 sore.
Distribusi air dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan masing-masing RT. Ada RT yang mendapat jatah dua mobil tangki, ada pula yang menerima tiga tangki.
“Setiap harinya hingga belasan mobil diturunkan untuk memenuhi kebutuhan air warga,” jelas Deni.
Di tengah pendistribusian, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Dia meminta warga tidak terpancing oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
“Kita juga meminta masyarakat agar bersabar dan tidak terpancing dengan permasalahan air ini. Permasalahan air bersih ini akan segera diselesaikan oleh instansi terkait,” tegas Deni.
Hingga saat ini, pendistribusian air dengan pengawalan polisi masih terus berlangsung untuk meringankan beban warga yang terdampak.

Komentar Via Facebook :