Krisis Air Tanjung Sengkuang: Warga Masih Bergantung Tangki, Pemkot Batam Fokus Solusi Darurat
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Batam, Batamnews – Keluhan krisis air bersih yang mendera warga Tanjung Sengkuang, Batam, langsung mendapat respons cepat dari pemerintah. Usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Batam, Rabu, 7 Januari 2026, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan jajaran pejabat teknisnya untuk turun ke lokasi guna mencari solusi jangka pendek.
“Saya sudah membawa direktur langsung ke sini. Silakan komunikasikan secara teknis dengan mereka,” kata Amsakar saat meninjau kawasan yang terdampak.
Ia membawa serta Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, dan Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana.
Baca juga: Dari 37 Pekerja Lokal, 2.091 Porsi Makanan Bergizi Diproduksi Setiap Hari untuk 20 Sekolah di Bintan
Amsakar menjelaskan, pendekatan ini diambil agar komunikasi dan penanganan lebih efektif. Ia membagi peran: pimpinan di tingkat kebijakan makro, sementara detail teknis diserahkan kepada pejabat bidangnya.
“Kalau Wali Kota juga mengurus yang begitu (teknis), lebih bagus Wali Kota jadi deputi. Ada urusan tingkat makro dan ada tingkat mikro,” tegasnya.
Meski telah turun langsung, Amsakar mengakui bahwa solusi permanen untuk krisis air di Tanjung Sengkuang belum dapat segera diwujudkan. Kendala sistem instalasi dan faktor musim disebut sebagai penyebabnya.
Fokus saat ini adalah memastikan suplai air minimal bagi warga. “Tapi setidaknya, jangan sampai seperti kemarin warga tidak dapat air sama sekali. Sekarang harus ditingkatkan,” ujarnya.
Krisis ini paling parah dirasakan warga di RW 01 (RT 01, 02, 03, 05) dan RW 02 (RT 01, 02, 03) Kelurahan Tanjung Sengkuang. Selama ini, mereka terpaksa begadang hingga dini hari untuk menampung air yang mengalir sangat kecil.
Kebutuhan harian masih sangat bergantung pada bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dari PT Air Batam Hilir (ABH).
Amsakar menuturkan, pertemuannya dengan sekitar 20 warga di Kabil beberapa waktu lalu langsung ditindaklanjuti dengan menghubungkan mereka ke BP Batam dan PT ABH.
Ia menegaskan pentingnya spesialisasi dalam penanganan masalah publik. “Pimpinan pada prinsipnya adalah mengetahui banyak hal untuk serba sedikit. Sedangkan staf mengetahui banyak untuk sedikit hal pada bidang tugasnya saja,” pungkasnya.
Sementara solusi permanen masih dicari, warga Tanjung Sengkuang kini hanya bisa berharap komitmen pemerintah untuk segera mengatasi kesulitan air yang telah lama mereka alami.
Komentar Via Facebook :