Data Terbaru: 1.043 Kasus Kecelakaan di Batam Sepanjang 2025, 33 Orang Meninggal

Data Terbaru: 1.043 Kasus Kecelakaan di Batam Sepanjang 2025, 33 Orang Meninggal

Polresta Barelang menggelar rilis kinerja akhir tahun 2025.

Nurjali

Batam, Batamnews - Polresta Barelang menggelar rilis kinerja akhir tahun 2025, Selasa, 30 Desember 2025 siang. Dalam paparannya, Kapolresta Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyampaikan sejumlah capaian dan catatan penting, termasuk kenaikan angka kecelakaan lalu lintas.

Rilis yang dihadiri unsur Forkopimda seperti Walikota Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Jasa Raharja, Dandim 0316, dan BNN Kota Batam ini menjadi bentuk transparansi institusi kepada publik.

Di bidang penegakan hukum, Polresta Barelang menangani 98 perkara menonjol sepanjang tahun, dengan 73 di antaranya telah diselesaikan. Sebanyak 134 tersangka telah diamankan. 

Baca juga: Proyek Nongsa Digital Park Batam Tersendat, Kontraktor Asing dan Lokal Berseteru

Kasus-kasus tersebut didominasi tindak pidana narkoba dengan barang bukti ganja, sabu, ekstasi, dan liquid etomidate.

"Sebagian barang bukti masih dalam pendalaman untuk penyelidikan lanjutan," ujar Anggoro. Ia berjanji akan memberikan rincian lebih detail kepada media.

Dari Satuan Reskrim, 75 dari 98 perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan, menunjukkan progres penanganan kasus.

Sektor lalu lintas mencatat tren yang mengkhawatirkan. Angka kecelakaan meningkat dari 917 kasus pada 2024 menjadi 1.043 kasus di 2025. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 12%.

"Dari data tersebut, korban meninggal dunia tahun 2025 tercatat 33 orang. Sementara korban luka berat 151 orang dan luka ringan 1.157 orang," jelas Anggoro.

Sebagai pejabat baru, Kapolresta menegaskan akan mengambil langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan. Langkah itu akan diwujudkan melalui koordinasi intensif dengan Forkopimda dan seluruh stakeholder terkait.

Baca juga: Sengketa Proyek KEK Nongsa: PT JAJ Sebut Pekerjaan Selesai 100%, Bantah Kerugian Rp7,6 Miliar

Di akhir paparan, Anggoro menyatakan komitmennya tidak hanya pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung program pemerintah seperti ketahanan pangan serta menjaga stabilitas keamanan.

"Batam adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga secara harmonis melalui komunikasi dan musyawarah, tanpa tindakan kontraproduktif," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :