Penyerahan Kedaulatan 27 Desember 1949

Penyerahan Kedaulatan 27 Desember 1949

Tokoh utama berdirinya Republik Indonesi Serikat. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Abang Mat

''Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula melaksanakan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)... '' 8:9 

Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi yang dimiliki sebuah negara, yang membuat sebuah negara bisa menentukan dan melaksanakan pilihannya sendiri. Negara yang tak memiliki kedaulatan bukanlah sebuah negara. Sekecil apapun negara apabila memiliki kedaulatan maka negara itu adalah sebuah negara. Contohnya adalah Luxemburg, Liechtenstein, Kuwait, Qatar, dan Brunei. 

Sebesar apapun wilayah yang mengaku sebagai sebuah negara, apabila tak memiliki kedaulatan maka wilayah itu bukanlah sebuah negara, contohnya adalah republik maluku selatan dan republik papua barat. Karena tak bisa menjalankan pemerintahannya di wilayah yang mereka akui sebagai negara. Walaupun perjuangan kemerdekaan itu sudah dijalani puluhan tahun.   

Maluku dan Papua sudah memproklamasikan kemerdekaannya sejak puluhan tahun yang lalu tapi kenyataannya sampai sekarang, maluku dan papua bukanlah sebuah negara karena sampai sekarang tak pernah ada penyerahan kedaulatan dari penjajahnya, kepada republik maluku selatan dan kepada republik papua barat. Itu artinya maluku dan papua belum merdeka. Dan bukan sebuah negara berdaulat.

Negara republik indonesia yang selama ini digembar-gemborkan merdeka pada 17 agustus 1945 tak pernah memiliki kedaulatannya sampai dengan saat negara kerajaan belanda menyerahkannya kepada negara republik indonesia serikat, pada 27 desember 1949. Setelah dua bulan penuh membahas dan membuat undang-undang dasar negara serikat di belanda, bersama semua ketua delegasi dari 16 negara. 

Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan itu kepada Republik Indonesia Serikat. Apa artinya? ... artinya apabila bukan Republik Indonesia Serikat yang memiliki kedaulatan itu, maka penyerahan kedaulatan itu batal dengan sendirinya. Dan negara yang mencuri kedaulatan milik Republik Indonesia Serikat itu adalah pihak yang tidak sah. Pelanggar hukum, sekaligus pencuri. Negara yang inkonstitusional. Karena apa? ... karena negara yang berhak dengan kedaulatan itu adalah Republik Indonesia Serikat. 

Republik Indonesianya sukarno hatta bukanlah negara yang menerima penyerahan kedaulatan pada 27 desember 1949 di belanda, karena republik indonesia hanyalah salah satu dari 16 negara bagian yang bersatu membentuk negara Republik Indonesia Serikat. Status negara bagian republik indonesia di dalam negara Republik Indonesia Serikat adalah setara dengan provinsi. Sama seperti Indonesia Timur.

Dalam penceritaan sejarah negara, diceritakan bahwa 27 desember 1949 adalah waktu pengakuan kedaulatan dari kerajaan belanda kepada republik indonesia. Benarkah 27 desember 1949 adalah pengakuan kedaulatan? ... tak benar. 27 desember 1949 bukanlah pengakuan kedaulatan tapi penyerahan kedaulatan. Pengakuan dan penyerahan adalah dua tindakan yang berbeda.

Istilah pengakuan kedaulatan ingin mengesankan seolah-olah negara Republik Indonesia Serikat sebelumnya sudah merdeka, padahal kenyataannya belum. Tujuan utama dari dirubahnya istilah penyerahan kedaulatan menjadi pengakuan kedaulatan adalah supaya semua warga negara indonesia percaya bahwa 17 agustus 1945 adalah waktu kemerdekaan indonesia yang sebenarnya, padahal bukan. 95% warga negara indonesia di tahun 1945 adalah buta huruf.

Kata ''penyerahan'' yang diganti dengan kata ''pengakuan'' juga sangat tak sesuai dengan kenyataan, karena negara yang diakui kemerdekaannya oleh negara kerajaan belanda dulu adalah negara Republik Indonesia Serikat, bukan negara bagian republik indonesia. Jadi apa yang diceritakan dalam penceritaan sejarah negara selama ini adalah cerita yang salah dan penuh dengan kebohongan.

Kenapa dalam negara Republik Indonesia Serikat ada 16 negara bagian? ... karena sejak tahun 1946 sampai dengan 1948 telah berdiri banyak negara baru. Di antaranya adalah negara Riau, negara Borneo Timur, dan negara Madura. Semuanya adalah negara berdaulat. Setelah bersatu ke dalam negara Republik Indonesia Serikat, status semua negara ini berubah menjadi negara bagian.

Jadi, benarkah negara republik indonesia yang seluas sekarang merdeka pada 17 agustus 1945? ... tak benar. Proklamasi sukarno hatta pada 17 agustus 1945 tidaklah menjadikan negara yang dicita-citakan sukarno hatta terwujud sebagai sebuah negara berdaulat. Sekedar memproklamasikan kemerdekaan bukanlah artinya otomatis merdeka, seperti yang dilakukan Republik Maluku Selatan dan Republik Papua Barat. 

 Contoh lainnya adalah wilayah (kepulauan) Riau yang tak pernah ada di dalam yurisdiksi republik indonesianya sukarno hatta, karena Riau memang bukan bagian dari republik indonesianya sukarno hatta. Saat itu republik indonesia tak memiliki kedaulatan, walau sudah diproklamasikan. Riau mulai menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat, saat ketua delegasi Riau menyetujui penggabungan suku melayu ke dalam negara Republik Indonesia Serikat di tahun 1949.

 Kaum unitaris dan sejarawan negara yang mati-matian mempertahankan penulisan sejarah negara bahwa 17 agustus 1945 sebagai waktu kemerdekaan negara adalah satu bentuk tradisi pelestarian kisah fiktif. Negara Republik Indonesia Serikat tak pernah berdaulat sampai dengan saat Sultan Hamid II bersama semua anggotanya setuju bergabung menjadi satu negara baru, yang akhirnya kedaulatan itu diserahkan oleh Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia Serikat.  

Oleh sebab itu kita tak perlu ragu dan berat hati menerima kenyataan bahwa sukarno hatta dan semua kaum unitaris yang ada di kubu negara bagian republik indonesia saat itu, yang banyak menjadi pejabat di pemerintah federal, telah mengkhianati undang-undang dasar Republik Indonesia Serikat. Dan mengkhianati semua usaha perjuangan tokoh-tokoh federal di negara Republik Indonesia Serikat mendapatkan kedaulatan negara.

Sukarno Hatta beserta semua menterinya juga adalah orang-orang yang tak tau berterima kasih karena tak menghormati jerih payah Sultan Hamid II. Tanpa adanya Sultan Hamid II maka negara kita sekarang tak akan pernah ada sebagai negara berdaulat di dunia. Artinya kalau negara Republik Indonesia Serikat tak pernah ada adalah negara yang seluas sekarang (tanpa papua) tak akan pernah ada. Begitu juga dengan republik indonesianya mohamed hatta yang beribukota di jogjakarta.

Sukarno telah melanggar kata-katanya sendiri, dia pernah mengatakan "jangan sekali-sekali melupakan sejarah". Tapi kenyataannya dia sendiri sebagai seorang Presiden sejak awal telah melupakan sejarah penggabungan semua negara di BFO ke dalam Republik Indonesia Serikat. Sukarno telah sengaja melupakan sejarah bagaimana negaranya bisa memiliki kedaulatannya. Dan dia juga lupa kenapa dia dilantik di kraton Jogjakarta pada tahun 1949. 

-----

Penulis adalah sosok yang berharap dunia menjadi tiga kutub... Washington, Moscow, dan Brussels. Menganggap China dan India adalah musuh Amerika Serikat yang sebenarnya. All I Want For Christmas is You adalah lagu natal kegemarannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait