Kenapa Ziarah ke Makam Nong Isa Jadi Bagian Penting Peringatan HJB Batam?
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat prosesi ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa.
Batam, Batamnews – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin prosesi ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa di Kompleks Masjid At-Taqwa, Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat pagi 12 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 sebagai bentuk penghormatan kepada para perintis kota.
Ritual penghormatan itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Tampak hadir Ketua TP-PKK Kota Batam, Sekretaris Daerah Firmansyah, keluarga besar Zuriah Nong Isa, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta warga setempat.
Baca juga: Porsche Factory Re-Commission Pecah Tradisi untuk Cayenne GTS 2009
Prosesi dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhum Nong Isa, keturunannya, serta tokoh-tokoh penting dalam sejarah Batam. Usai tahlil, rombongan melakukan tabur bunga dan doa bersama di area makam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar Achmad menegaskan makna di balik ritual tahunan tersebut. Menurutnya, ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga refleksi historis dan spiritual bagi seluruh masyarakat Batam.
“Kegiatan ini menjadi pengingat mendalam untuk mengenang jasa para perintis, sekaligus penyemangat bagi kita untuk bekerja lebih keras membangun Batam,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, sejarah Batam harus terus dipelihara agar generasi muda memahami nilai dan perjalanan panjang kota ini. Peringatan HJB, kata dia, bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat.
“Dengan persatuan dan kebersamaan, kita optimistis Batam akan terus tumbuh menjadi kota yang maju dan sejahtera sesuai cita-cita para pendahulu,” tegasnya.
Amsakar juga kembali menjelaskan latar belakang penetapan Hari Jadi Batam. Ia mengungkapkan, ada empat opsi sejarah yang pernah dikaji, mulai dari masa Otorita Batam, pembentukan Kota Madya Administratif (1983), hingga kelahiran Kota Batam sebagai daerah otonom (1999).
“Akhirnya, penetapan hari jadi merujuk pada dokumen sejarah paling jelas dari Arsip Nasional, yaitu waktu penyerahan Surat Keputusan oleh Sultan Abdurrahman dan Raja Ja’far kepada Raja Isa untuk memimpin wilayah Nongsa dan rantau takluknya,” paparnya.
Baca juga: Kapan Mulai Libur Sekolah? Ini Jadwal Lengkap Natal 2025 Hingga Tahun Baru 2026 di 34 Provinsi
Penetapan itu dinilai relevan dengan konteks kekinian, mengingat Batam sejak lama telah berperan sebagai wilayah transit penting, termasuk tempat persinggahan calon jemaah haji pada masa lampau.
“Saya ingat betul, karena saat itu saya menjadi ketua panitia yang merumuskan Hari Jadi Kota Batam,” tutup Amsakar mengakhiri penjelasannya.
Ritual ziarah tahunan ini menutup rangkaian peringatan HJB ke-196, sekaligus mengingatkan warganya akan akar sejarah yang membentuk identitas Batam saat ini.

Komentar Via Facebook :