Akhir Pilu Pengamen Jalanan di Batam: Meninggal di Emperan Pasar Usai Berbulan-bulan Sakit

Akhir Pilu Pengamen Jalanan di Batam: Meninggal di Emperan Pasar Usai Berbulan-bulan Sakit

Garis Polisi Terpasang di Sekitar Lokasi Tempat Jasad Pengamen Ditemukan. (Foto. Batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Seorang pengamen jalanan mengakhiri perjalanan hidupnya dalam kesendirian dan kesakitan. Jasad pria paruh baya itu ditemukan terbujur kaku di emperan Pasar Pujabahari, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, 9 Desember 2025 malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Pria yang akrab disapa ‘Belawan’ oleh warga sekitar itu diketahui telah lebih dari sebulan menderita sakit dan tidak memiliki tempat tinggal tetap. Kesehariannya dihabiskan dengan tidur di emperan ruko sekitar pasar sambil mengamen.

“Kami di sini sering panggil dia Belawan. Memang hampir sebulan ini dia tidur di emperan ruko dan mengalami sakit, seperti batuk-batuk,” ungkap seorang saksi di lokasi.

Baca juga: Belawan Tak Bernyawa di Emperan Pasar Pujabahari Batam, Diduga Meninggal karena Sakit

Saksi menambahkan, korban terlihat terbaring di pinggir jalan sejak waktu magrib. “Saya tahu nya dia terbaring magrib tadi. Kurang tahu jika saat itu dia telah meninggal dunia,” terangnya.

Polisi menerima laporan penemuan jasad tersebut. Petugas dari Polsek Lubuk Baja dan Inafis segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Area lokasi pun dipasangi garis polisi (police line).

Di sekitar jasad, petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga dikonsumsi korban untuk mengobati sakitnya. Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada, melalui Kanit Reskrim, Iptu Noval Adimas Ardianto, mengonfirmasi peristiwa ini.

“Benar. Informasi awal ada dugaan penyebab meninggalnya karena sakit, karena ada obat-obatan yang ditemukan petugas di TKP. Hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban dikenal sebagai pengamen yang tinggal di pinggir jalan. Ia menghibur warga sekitar dengan nyanyiannya dan hidup dari uang sukarela yang diberikan.

Baca juga: Penumpang Scoot dari Singapura Tertidur, Uang & Kartu Kredit Raib dalam Penerbangan ke Bali

Jenazah pria malang tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Penemuan ini menghentikan aktivitas malam di Pasar Pujabahari, sekaligus menyisakan kepiluan atas akhir hidup seorang pengamen yang harus berjuang sendirian melawan sakitnya, tanpa tempat berlindung.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :