Membangun Jembatan Dagang antara Kepri dan Jawa Timur, Transaksi Capai Rp307 Miliar
Pertemuan dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Batam, Batamnews - Hubungan dagang antara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Jawa Timur (Jatim) sudah berjalan baik selama beberapa tahun. Kerja sama ini terbukti membawa hasil nyata. Untuk terus memperkuatnya, kedua provinsi kembali duduk bersama.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Mereka berkumpul di Ballroom Wyndham Hotel Panbil Batam, Senin, 8 Desember 2025, dengan tekad meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Ansar dengan gamblang memaparkan buah dari kerja sama selama ini.
Baca juga: BP Batam Raih Penghargaan Pioneer FTZ Management di BIG 40 Awards 2025
“Alhamdulillah, misi dagang kita telah menghasilkan transaksi senilai lebih dari Rp300 miliar, tepatnya Rp307 miliar,” ujarnya. Mayoritas nilai itu berasal dari komoditas Jatim yang dibutuhkan oleh Kepri.
Faktanya, transaksi dari Kepri ke Jatim baru sekitar Rp52 miliar. Menurut Ansar, kondisi ini sangat wajar.
Wilayah Kepri terdiri dari 98,1% laut dan hanya 1,9% daratan. Keterbatasan lahan membuat hampir semua kebutuhan pokok masyarakat Kepri harus didatangkan dari provinsi lain, dengan Jatim sebagai pemasok utama.
“Mulai dari beras, cabai, gula, dan banyak lagi, kita sangat bergantung pada Jawa Timur. Provinsi ini adalah lumbung pangan dan pusat industri terbesar di Indonesia,” jelas Ansar.
Ia menambahkan, misi dagang ini datang di waktu yang tepat. Beberapa waktu lalu, banjir melanda sejumlah wilayah Sumatera dan mengganggu pasokan ke Kepri. Padahal, kebutuhan Kepri sangat besar.
Setiap hari, misalnya, diperlukan rata-rata 2,5 juta butir telur yang sebagian besar berasal dari Sumatera Utara.
“Insya Allah tahun depan, 50-60 persen kebutuhan telur bisa kita penuhi dari Jaffa di Pulau Bintan,” harap Ansar.
Selain pangan, Ansar menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi. Kepri adalah destinasi wisata utama. Sebelum pandemi, Kepri adalah tujuan wisatawan mancanegara kedua tertinggi setelah Bali. Tahun ini, diperkirakan 1,8 hingga 2 juta wisatawan asing akan datang.
Baca juga: Batam Siap Sukseskan Rakernas ADEKSI 2026, Fasilitas MICE Jadi Andalan
“Kita kini berada di tiga besar destinasi wisata mancanegara. Pasokan komoditas yang lancar sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan pariwisata kita,” tegasnya.
Ke depan, Ansar berharap kerja sama tidak berhenti di perdagangan pokok. Ia ingin kolaborasi diperluas ke sektor UMKM, UKM, dan pariwisata.
Ia meminta seluruh perangkat daerah di Pemprov Kepri untuk bekerja lebih serius, membuka data kebutuhan, agar kerja sama ke depan makin fokus dan optimal.
Pertemuan ini dihadiri pula oleh jajaran pimpinan tinggi daerah Kepri, seperti Penjabat Sekretaris Daerah, serta para kepala dinas terkait perdagangan, koperasi, pariwisata, hingga komunikasi dan informatika.

Komentar Via Facebook :