Perempuan Promosikan Judi Online di Siaran Langsung SEA Games, Ini Fakta Lengkapnya
Terlihat SPG yang duduk di bangku penonton memegang brosur berisi iklan judi online.
Batam, Batamnews - Berbagai persoalan di hari-hari pertama Sea Games, pada Rabu 3 Desember 2025, yang menjadi hari pertama tak resmi kompetisi SEA Games ke-33, sejumlah penonton perempuan terlihat mempromosikan situs judi daring dalam siaran langsung.
Dalam siaran pers media singapura, kru kamera di stadion merekam beberapa perempuan mengangkat syal dengan merek situs judi tersebut. Momen itu tayang tanpa sensor selama pertandingan sepak bola, di mana Vietnam mengalahkan Laos 2–1, sementara Thailand mengalahkan Timor-Leste 6–1.
Cuplikan gambar dari tayangan itu kemudian beredar daring, memicu pertanyaan banyak pihak: bagaimana aksi itu bisa lolos dari pengawas panitia dan petugas keamanan.
Baca juga: Cuaca Batam Akhir Pekan 7 Desember 2025: Berpotensi Hujan, Suhu 24-28 Derajat Celsius
Di hari yang sama, sejumlah masalah teknis juga terjadi. Lagu kebangsaan beberapa negara gagal diperdengarkan, dan lampu stadion mengalami gangguan.
Jelang SEA Games yang resmi dibuka pada 9 Desember, persiapan event ini terus diwarnai sederet kesalahan—memicu kritik yang kian besar terhadap penyelenggaraan.
Dalam pertandingan sepak bola wanita, grafis pra-pertandingan keliru menampilkan bendera Laos untuk Indonesia dan bendera Vietnam untuk Thailand, memicu koreksi penonton.
Pada laga pembuka sepak bola pria antara Vietnam dan Laos di hari yang sama, lagu kebangsaan juga tidak berkumandang. Para pemain dan pelatih pun terpaksa menyanyi tanpa iringan audio di lapangan.
Review internal kemudian mengungkap penyebabnya: petugas audio yang bertanggung jawab atas sistem ternyata telah selesai bertugas, meninggalkan kru pengganti yang tidak familier dengan pengendalian perangkat.
Pada pertandingan pukul 19.00 antara Timor-Leste dan Thailand, hanya sebagian lampu stadion yang berfungsi. Bohlam yang rusak terpaksa diganti dengan cadangan yang dipinjam dari stadion lain, menurut The Thai Enquirer.
Insiden yang melibatkan penonton perempuan itu kini menambah daftar kesalahan, memperdalam kekhawatiran atas kualitas siaran dan pengawasan venue.
Baca juga: Mercedes Benz E53 Rusak Fatal di Batam, Pemilik Baru Setahun Pakai Tuntut Unit Baru
Poster promosi untuk SEA Games Virtual Run juga menjadi viral setelah banyak yang menyadari bahwa gambar tersebut dibuat oleh kecerdasan artifisial (AI), mempertanyakan tingkat pengawasan materi resmi.
Meskipun Songkhla awalnya direncanakan sebagai salah satu dari tiga kota tuan rumah, banjir baru-baru ini memaksa beberapa event dipusatkan di Bangkok.
Namun situs resmi SEA Games masih mencantumkan Songkhla sebagai venue untuk sejumlah cabang olahraga, membingungkan peserta dan penonton.
Komentar Via Facebook :