Mercedes Benz E53 Rusak Fatal di Batam, Pemilik Baru Setahun Pakai Tuntut Unit Baru
Achsan Sajri, kuasa hukum pembeli mobil Mercedes Benz E53 di Batam.
Batam, Batamnews - Seorang pembeli mobil Mercedes Benz E53 di Batam sedang geram. Mobil mewah yang dibelinya baru tahun 2024 itu, cuma setahun dipakai, sudah bermasalah parah di bagian Crankshaft Pulley. Harganya tak main-main, mencapai Rp 1,6 miliar.
Namun, yang membuatnya lebih kesal adalah pelayanan after sales-nya. Sudah tiga bulan mobilnya mangkrak di bengkel, tapi dari pihak showroom tak ada kejelasan soal penyebab kerusakan.
"Ini kan pelanggaran hak kami," begitu kira-kira curhatnya.
Baca juga: World Sportbike 2026 Gantikan Supersport 300, Grid Penuh 33 Pembalap
Achsan Sajri, kuasa hukum si pembeli, bercerita kliennya sudah membayar uang muka Rp 600 juta. Awalnya senang punya mobil baru, eh, malah berubah jadi mimpi buruk karena mobil tiba-tiba rusak fatal.
"Sudah tiga bulan di bengkel, penyebabnya tidak pernah diberitahukan ke klien kami," kata Achsan kepada media di Batam Center, Sabtu, 6 Desember 2025.
Karena khawatir soal keselamatan dan takut rusak lagi nantinya, si pembeli menolak mobilnya diperbaiki. Ia minta diganti dengan unit baru. Kalau permintaannya dikabulkan, dia berjanji bakal melunasi sisa pembayaran yang sekitar Rp 1 miliar.
"Kami masih coba jalankan cara kekeluargaan karena ada hubungan pertemanan. Tapi kalau tidak ada respons baik, kami siap jalankan langkah hukum," tegas Achsan.
Menurut dia, sikap Showroom 'M' justru tak profesional. Mereka menuding kerusakan terjadi karena kesalahan pemakaian dan memaksa konsumen tetap melunasi mobil yang rusak itu.
"Mereka tuduh rusak karena pemakaian. Padahal, bagian yang rusak ini bukan suku cadang yang biasa habis pakai. Kami berharap keinginan klien kami dikabulkan," tambah Achsan.
Rekannya, Rional Putra, lalu membeberkan kronologi kerusakan yang dianggapnya tak wajar.
Kerusakan mulai terasa jelang jadwal ganti oli. Saat itu, bagian bawah mobil tiba-tiba terbakar dan ditemukan komponen mesin yang rontok. Padahal, mobil ini cuma dipakai buat aktivitas sehari-hari jarak dekat.
Kejadian aneh ini bikin mereka curiga, jangan-jangan mobil yang dijual itu bukan unit baru sungguhan.
Baca juga: Hanya 100 Unit di Dunia, Ini Spesifikasi dan Harga Brabus 1400 R Signature Edition
"Ada dugaan mobil ini dalam kondisi 'Like New'. Klien kami minta pertanggungjawaban showroom," ujar Rional.
Ia juga mengungkapkan, mobil dibeli langsung dari Direktur PT 'M' berinisial T. Tapi setelah masalah muncul, sang direktur seperti menghilang. Mediasi lewat BPSK sudah tiga kali digelar, namun Direktur PT 'M' tak pernah hadir, hanya mengutus sales dan pengacaranya.
"Harga mobilnya mahal, tapi pelayanannya tidak sesuai. After sales-nya sangat buruk," Rional menyimpulkan.
Sampai berita ini dibuat, Direktur PT 'M' yang dihubungi via pesan singkat belum memberi tanggapan soal keluhan ini.

Komentar Via Facebook :