Dugaan Penipuan Pokemon Card Ternyata Merugikan 220 Orang, Modus Pre-Order di Carousell

Dugaan Penipuan Pokemon Card Ternyata Merugikan 220 Orang, Modus Pre-Order di Carousell

Ilustrasi permainan pokemon go.

Nurjali

Singapura, Batamnews - Korban-korban baru terus bermunculan dalam kasus dugaan penipuan pre-order kartu Pokémon edisi terbatas di platform Carousell. Mereka baru menyadari telah tertipu setelah membaca berita tentang penangkapan Eugene Kwek Yi Jun (29 tahun), yang telah ditahan dan didakwa terlibat dalam penipuan ini.

Kwek diduga mengiklankan penjualan pre-order kartu perdagangan Pokémon edisi terbatas di Carousell. Setelah pembayaran diterima, ia kerap mengklaim bahwa pengiriman kartu tertunda, lalu menghilang tanpa kabar.

Tak hanya itu, Kwek juga diduga menggunakan akun PayNow milik temannya untuk menerima pembayaran dari korban.

Baca juga: Rusia Blokir FaceTime dan Snapchat, WhatsApp Jadi Ancaman Berikutnya

Salah satu korban, yang disapa D, mengungkapkan bahwa ia dan korban lainnya telah membentuk grup WhatsApp untuk mengumpulkan informasi dan berusaha mendapatkan uang mereka kembali. 
"Beberapa dari kami baru sadar setelah membaca berita," kata D.

Grup tersebut kini diikuti lebih dari 220 anggota, dengan total kerugian yang dilaporkan melebihi S$259.000. Dari daftar yang tercatat, kerugian tertinggi yang dialami satu individu mencapai S$12.000.

D bercerita, awalnya ia tidak curiga karena Kwek memiliki review yang tampak baik di Carousell. Ia pun membayar S$1.800 untuk pesanannya, sesuai harga pasar. 

"Situasi ekonomi sedang sulit. Saya benar-benar berharap dia bisa mengembalikan uang semua orang," ujar D.

Dari percakapan yang terlihat, sejumlah korban mentransfer uang ke nomor telepon yang dikira milik Kwek via PayNow. Ternyata, nomor itu adalah milik seorang temannya, yang disapa Alex (bukan nama sebenarnya).

Alex kemudian dihubungi para korban dan dimasukkan ke dalam grup tersebut. Di sana, ia mengaku telah mengenal Kwek selama 7–8 tahun, dan menyatakan dirinya juga korban karena tidak tahu akun PayNow-nya dipakai untuk kegiatan menipu.

Menurut Alex, Kwek meminta bantuannya tahun lalu dengan alasan mengalami masalah pada rekening bank. Kwek juga menyebut bahwa reputasinya di komunitas kartu Pokémon bermasalah, sehingga ia kesulitan berurusan dengan supplier. Namun, Alex tidak menjelaskan lebih detail soal reputasi tersebut.

Alex mengaku membantu Kwek atas dasar niat baik, dan percaya bahwa bisnis Kwek di Carousell awalnya berjalan wajar—pernah memenuhi pre-order dan pengembalian dana sebelumnya.

Alex menduga Kwek mengalami kesulitan keuangan. Ia mengaku mendapat kabar dari Kwek pada 30 November bahwa Kwek tak bisa lagi memenuhi pesanan atau mengembalikan uang karena masalah arus kas, dan bahwa nomor telepon Alex mungkin terdampak.

Setelah itu, Alex melaporkan kasus ini ke polisi. Ia mengklaim Kwek berjanji akan menyerahkan diri.

Dalam grup, Alex menegaskan bahwa ia tidak bersekongkol dengan Kwek. "Saya tidak ada yang disembunyikan," katanya. 

Ia juga mengaku bingung karena selama ini mengenal Kwek sebagai orang yang menjaga reputasi dan bisnisnya.

Baca juga: Siapa Pelaku di Balik Pembunuhan Calon LC di Batam yang Dibela Hotman Paris?

Alex kemudian memberitahu anggota grup bahwa ia telah menghubungi polisi dan tak dapat memberi informasi lebih lanjut untuk sementara waktu.

Menurut rilis polisi Singapura pada 2 Desember, Kwek ditangkap pada 1 Desember. Polisi menyatakan bahwa ia mengiklankan kartu-kartu tersebut, menerima pembayaran, lalu menghilang saat ditagih pesanan.

Hingga saat ini, terdapat 111 laporan dengan kerugian lebih dari S$80.000. Eugene Kwek Yi Jun telah didakwa dengan pasal penipuan pada 3 Desember.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :