Rusia Blokir FaceTime dan Snapchat, WhatsApp Jadi Ancaman Berikutnya
Pemblokiran media sosial.
Batam, Batamnews - Pemerintah Rusia kembali memperketat akses warganya ke platform digital asing. Kali ini, dua layanan populer, FaceTime dari Apple dan Snapchat dari Snap, secara resmi diblokir.
Alasannya, menurut otoritas komunikasi Rusia (Roskomnadzor), kedua platform itu dituduh digunakan untuk "mengorganisir dan melaksanakan tindakan terorisme," merekrut pelaku, serta untuk kegiatan kriminal seperti penipuan.
Langkah ini adalah bagian dari pola yang berlanjut sejak perang di Ukraina dimulai tahun 2022.
Baca juga: Review Update iQOO 15: Bawa Patch Keamanan November 2025 dan Optimasi Game
Rusia secara bertahap telah memblokir sejumlah platform media sosial besar seperti Facebook, Instagram, dan X (Twitter). YouTube juga menghadapi pembatasan. Bahkan, baru-baru ini, platform game populer untuk anak-anak, Roblox, turut diblokir.
Tekanan tidak hanya pada platform media sosial. Layanan pesan instan pun dalam pengawasan ketat. Bulan lalu, Rusia mengancam akan memblokir sepenuhnya WhatsApp—aplikasi pesan paling populer di negara itu—karena dituduh melanggar hukum lokal.
Upaya membatasi akses ke layanan VPN (yang bisa digunakan untuk melewati pemblokiran) juga terus digencarkan.
Langkah pembatasan ini beriringan dengan diluncurkannya aplikasi "super" nasional bernama "Max" oleh perusahaan milik negara, VK. Aplikasi ini dirancang sebagai pusat layanan pemerintah, penyimpanan dokumen, perbankan, pesan instan, dan berbagai layanan publik lainnya.
Baca juga: Honor Magic8 Pro Resmi Meluncur Global, Harga di Malaysia Dimulai dari Rp 15,9 Juta
Ketika ditanya tentang pembatasan terhadap layanan pesan ini, Menteri Komunikasi dan Digital Rusia, Maksut Shadayev, memilih untuk tidak memberi komentar. Sementara itu, Snap, perusahaan di balik Snapchat, juga menolak memberikan tanggapan atas keputusan pemblokiran ini.
Komentar Via Facebook :