Bandara Hang Nadim Gelar Latihan Darurat Skala Besar, Libatkan Puluhan Instansi
Direktur Operasi Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius. Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews - Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, sengaja menghentikan operasinya untuk sementara pada Selasa, 2 Desember 2025 siang. Ini bukan karena insiden nyata, melainkan bagian dari latihan gabungan besar-besaran yang menguji kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Latihan yang disebut Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ini adalah kewajiban yang dijalankan setiap dua tahun sekali. Anton Marthalius, Direktur Operasi bandara, menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan menguji Airport Emergency Plan (AEP).
“Tujuannya, agar komunikasi, koordinasi, dan komando saat darurat bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Baca juga: Teroris Tewas Meledakkan Diri Usai Gagalkan Kudeta di Bandara Hang Nadim, Kepri
Simulasi ini melibatkan puluhan pihak, mulai dari maskapai penerbangan, AirNav, pihak darat bandara, kepabeanan, rumah sakit, TNI, Polri, Basarnas, hingga Pemerintah Kota Batam.
Bandara sendiri mengerahkan armada darurat lengkap, termasuk mobil pemadam busa, ambulans, dan mobil komando.
Latihan ini mengangkat dua skenario darurat kompleks:
- Kecelakaan Pesawat: Sebuah pesawat Airbus A320 Rajawali Air (penerbangan 0312 rute Kamboja-Batam) direkayasa mengalami kegagalan mesin dan *wind shear* saat mendarat dalam cuaca buruk. Pesawat tergelincir keluar landasan dan terbakar. Dalam skenario ini, dari 140 penumpang, 4 dinyatakan meninggal, 20 luka berat, dan 116 selamat. Tim darurat bergerak cepat melakukan evakuasi dan pemadaman.
- Aksi Penyekapan Teroris: Sekelompok teroris menyandera petugas keamanan bandara. Mereka menuntut agar rekannya yang akan dideportasi ke Nusa Kambangan tidak diterbangkan. Situasi memanas hingga terjadi baku tembak dan berakhir dengan ledakan bom bunuh diri dari salah satu teroris. Tim gabungan juga menangani skenario ancaman bom yang diletakkan di area bandara.
Anton mengakui latihan menghadapi tantangan cuaca, dengan hujan deras yang mengguyur area bandara. Akibat simulasi ini, operasi bandara resmi ditutup sementara antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, yang berdampak pada dua penerbangan.
“Penundaannya tidak lama, karena kita sudah mengoordinasikan dan memberi tahu penumpang sejak awal,” jelas Anton.
Persiapan latihan ini, menurutnya, sudah dilakukan jauh-jauh hari, bahkan sejak 120 hari sebelumnya, sesuai ketentuan dokumen AEP. Tim evaluasi dari Kementerian Perhubungan turut hadir untuk mencatat setiap detail.
Baca juga: Breaking News: Mobil Ludes Terbakar di Jalan Southlink, Sekupang
“Alhamdulillah berjalan baik. Semua catatan evaluasi akan kami gunakan untuk meningkatkan standar keamanan dan kesiapsiagaan kami,” kata Anton.
Ia menegaskan, latihan seperti ini penting untuk memastikan semua pihak siap menghadapi skenario terburuk.
“Situasi darurat bisa datang kapan saja. Prosedur, personel, dan fasilitas harus selalu siaga. Harapannya kejadian sungguhan tidak pernah terjadi. Tapi jika terjadi, kami harus siap,” pungkasnya. Latihan serupa rencananya akan kembali dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.

Komentar Via Facebook :